Equityworld Futures – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan setia elemen bangsa sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) wajib untuk turut serta dalam kegiatan bela negara.

“Bela negara tidak harus selalu diartikan dengan peperangan,” kata Ryamizard Ryacudu saat memberikan pembekalan kepada ratusan anggota resimen mahasiswa dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, bela negara dapat ditunjukkan dengan membawa nama baik Bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

“Terlebih lagi para generasi muda bangsa yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di berbagai bidang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah materi yang dijabarkan Menhan adalah bagaimana memaknai bela negara dari sikap dan tingkah laku setiap elemen bangsa.

Menhan juga memberikan sejumlah informasi mengenai ancaman-ancaman di masa depan, baik yang sudah terjadi maupun yang belum dan diprediksi akan terjadi.

“Kami minta semua pihak, terutama akademisi dapat menciptakan generasi benteng tangguh yang dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh jahat yang dapat mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Ia mengatakan, perguruan tringgi sebagai pencetak generasi emas Bangsa Indonesia turut memiliki andil penting dalam mempersiapkan generasi tangguh, cerdas berbudi pekerti, Pancasilais dan cinta tanah air.

Ryamizard Ryacudu juga menyatakan program Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari luar juga harus diimbangi dengan kesiapan personel pengamanan batas negara, baik TNI maupun Polri.

“Dibutuhkan pemerataan personel kekuatan pengaman negara di seluruh batas wilayah RI,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi bangsa dan negara yang aman seperti Indonesia seharusnya dapat dijadikan kesempatan bagi pencetak generasi muda Indonesia untuk mencetak generasi emas.

“Bela negara sendiri juga dapat diartikan sebagai bentuk syukur elemen masyarakat Indonesia atas apa yang sudah diberikan negara kepada rakyatnya,” katanya.

Equity World