Menkeu: proyeksi pertumbuhan 2016 harus diupayakan

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,3 persen harus diupayakan, meskipun saat ini masih terjadi perlemahan perekonomian global.

“Kami melihat memang prediksi (ekonomi) global membaik tahun depan. Yang penting kami bisa menjaga (pertumbuhan ekonomi). Paling tidak target 5,3 persen bisa tercapai,” katanya di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan salah satu hal yang dapat diupayakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tidak melemah adalah dengan mengawasi implementasi paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah.

“Pemerintah telah menunjukkan di tengah gejala perlambatan ekonomi masih bisa melakukan sesuatu untuk menggerakkan perekonomian melalui berbagai paket kebijakan yang bisa mencegah perlambatan,” ujarnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2015, Menkeu mengharapkan angkanya bisa lebih tinggi dari tiga triwulan sebelumnya, apalagi menjelang akhir tahun, konsumsi dan belanja pemerintah makin meningkat.

“Mudah-mudahan pada triwulan empat, lebih tinggi. Intinya kita sudah masuk dalam tahap pemulihan. Kami jaga terus agar momentum ini tidak hilang,” ujarnya.

BPS mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2015 tumbuh 4,73 persen (year on year), atau lebih baik dari ekonomi pada triwulan I yang tumbuh 4,72 persen dan triwulan II yang tumbuh 4,67 persen.

Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III mencapai 4,71 persen, atau lebih baik dari akumulasi pertumbuhan ekonomi pada semester I-2015 sebesar 4,69 persen.

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan pada triwulan IV berpotensi tumbuh lebih tinggi karena sektor konstruksi akan terbantu oleh penyerapan belanja modal menjelang akhir tahun.

Selain itu, paket kebijakan ekonomi yang telah diumumkan pada periode September-Oktober 2015 diproyeksikan bisa mulai terlihat dampaknya, karena bisa menjaga kelangsungan industri dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Paket kebijakan saat ini belum terasa, tapi bayangan saya di triwulan empat mulai terasa. Industri makanan dan minuman juga diperkirakan tumbuh yang berpengaruh ke konsumsi rumah tangga,” katanya.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015