equityworld-futures – Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo berharap pemain Timnas Indonesia U-19 tidak patah semangat meski belum bisa memberikan hasil yang terbaik pada Piala Asia 2014.

Timnas Garuda Jaya harus ditersingkir dari Piala Asia U-19 setelah dipertandingan penentuan melawan Australia di Thuwunna Stadium, Yangon, Myanmar, Minggu kalah 0-1. Sebelumnya timnas juga mengalami kekalahan dari Uzbekistan dengan skor 1-3.

“Kami berharap pemain timnas jangan patah semangat apalagi tertekan. Usia dan karir mereka masih panjang dan menjanjikan. Mereka masih bisa berkarir dilevel yang lebih tinggi (U-21, U-23 maupun klub),” kata Roy Suryo.

Menurut dia, peluang untuk berprestasi bagi Evan Dimas dan kawan-kawan masih terbuka lebar. Dengan kemampuan yang dimiliki, Menpora optimistis mereka akan sukses baik dilevel timnas maupun klub yang turun di liga profesional baik di dalam dan luar negeri.

“Ayo, Garuda Muda, Jangan menangis, Segera bangkit dan terbang mengangkasa kembali membawa Asa Indonesia,” katanya menambahkan.

Pria yang juga ahli telematika ini sebenarnya cukup menyayangkan terhentinya langkah Timnas Garuda Jaya di babak awal Piala Asia. Padahal, tim ini ditargetkan mampu masuk semifinal dan mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

“Ya, memang sayang sekali perjalanan panjang Timnas Indonesia U-19 harus berakhir tadi sore ketika dikalahkan Australia 0-1 dan sebelumnya Uzbekistan 1-3. Rasanya semenjak turun di Brunei ada something wrong dengan U-19 ini,” katanya.

Dengan hasil ini, kata dia, diharapkan PSSI sebagain induk organisasi sepak bola Indonesia untuk segera melakukan evaluasi mendalam dan menyeluruh guna mencari solusi. Apalagi Timnas Indonesia U-19 selama ini terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Pada Piala Asia 2014, Timnas Indonesia tertahan didasar klasemen Grup B dengan nol poin. Saat ini, Evan Dimas dan kawan-kawan masih menyisakan satu pertandingan yang tidak menentukan yaitu melawan Uni Emirat Arab di Wunna Theikdi Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa (14/10).

Editor: Suryanto