Equityworld Futures – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan Kalimantan Barat bisa menjadi salah satu sentra produksi bawang merah di Indonesia, mengingat saat ini potensi panen bawang merah di wilayah ini besar.

“Nampaknya sentra bawang merah akan berpindah ke Kalimantan Barat. Ini bisa dilihat, karena di lahan percontohan PKK Provinsi Kalbar di Ngabang, Kabupaten Landak saja, bawang yang ditanam di lahan 1 hektar itu bisa menghasilkan 16 ton dan ini sangat luar biasa,” kata Amran, saat panen bawang merah di Landak, Jumat.

Panen tersebut merupakan inisiatif dari para ibu-ibu PKK yang mengeluhkan tingginya harga bawang merah di pasar. “Kami apresiasi ibu gubernur (Kalbar), ini gagasan luar biasa dimulai menanam bawang. Produksinya 16 ton per hektar. Kalau ini dikembangkan luar biasa,” tuturnya.

Menurut Amran, ini merupakan pertama kalinya tanam bawang merah di Kalbar. Sebelumnya bawang merah hanya berasal dari Jawa Tengah, sehingga biaya distribusinya membuat harga bawang mahal, ongkos angkutnya juga konsumen yang bayar.

Saat ini harga bawang merah di Kabupaten Landak sekitar Rp40.000 per kiloggram, sehingga dengan volumen panen tersebut, petani mendapatkan omzet Rp600 juta.

Amran mengatakan hal ini akan menguntungkan daerah. Oleh karenanya tahun 2017 ditargetkan ada 100 hektar lahan untuk ditanami bawang agar menambah pendapatan daerah dan mengurangi inflasi akibat biaya distribusi bawang merah.

“Kita hitung saja 1 hektar bisa Rp600 juta, ini luar biasa, harga saat ini di Kalbar, biaya produksinya Rp200 juta. Ada untung Rp400 juta, artinya itu perbulan 200 juta. Itu jauh dari gaji menteri sehingga kami minta pak Kadis ini di tambah 100 hektar,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis, mengaku banyak ibu-ibu mengeluh harga bawang mahal karena dikirim dari Jawa oleh karena itu munculah percobaan untuk menanam bawang di lahan 1 hektar.

“Karena setiap bulan itu naik harganya kita coba tanam bawang ternyata bisa. Mau lihat 1 hektarnya seberapa sih ternyata dengan 16 ton jadi nggak sia-sia juga,” ujar Frederika.

Frederika yang juga Ketua Forikan Kalbar mengatakan, ini baru percontohan kalau sudah 16 ton, dia akan bantuan cuma-cuma 100 hektar.

“Mudah-mudahan kami tim penggerak PKK Provinsi bisa mensosialisasikan sehingga meyakinkan masyarakat itu mau nanam bawang karena kalau orang desa itu nggak mau dia kalau belum lihat kerja nyata,” kata Frederika lagi. – Equity world Futures