Equityworld-futures samarinda – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan perkembangan ekonomi global perlahan2 akan membuat isu pajak menjadi isu internasional secara global.

“Karena di masa lalu pajak itu dianggap isu domestik, masing-masing negara tentunya sibuk dengan urusan pajaknya baik di dalam bentuk mengumpulkan pajaknya, kebijakan pajaknya, dan bagaimana pajak bisa merangsang investasi sekaligus juga bisa menjaga penerimaan negara, itu adalah ide pajak secara tradisional” kata Bambang di Jakarta, Senin.

Kedua, tentunya kata Menkeu, dengan keterbukaan transaksi keuangan semakin global maka pergerakan modal atau “capital flow” itu menjadi sangat ketat dan mudah berpindah tidak hanya di dalam instrumen keuangan tetapi juga berpindah antar negara.

“Ini tentunya menimbulkan permasalahan tersendiri ketika berbicara di mana transaksi pajaknya karena perputaran yang begitu cepat,” tuturnya.

Selanjutnya, ketiga, Menkeu menjelaskan bahwa belakangan ini yang makin membuat masalah pajak menjadi lebih kompleks adalah munculnya “digital economy”.

Menurutnya, ekonomi yang kita kenal selama ini adalah ekonomi yang jelas wujudnya, fisiknya, dan transaksinya juga jelas.

“Kalau kita berbelanja ke pasar, membeli barang maka jelas barang apa yang kita dapat, harganya, dan berapa pajaknya yang dibayar, ternyata sekarang dengan luar biasanya kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi internet dan sebagainya maka lahir transaksi yang selama ini dalam benak kita adalah transaksi yang fisik yang riil menjadi transaksi dunia maya,” ujarnya.

Ia mengatakan transaksi di dunia maya komplikasinya yang pertama adalah tempat transaksinya tersebut di mana.

“Ketika anda misalnya membuka situs, katakan anda memesan tiket pesawat ketika membeli tiket itu transaksinya apakah di Indonesia karena anda sebagai orang Indonesia yang memesan tiket suatu maskapai penerbangan asing atau transaksi itu terjadi di negara tempat maskapai itu bermarkas. Ini baru contoh yang simpel belum lagi komplikasi yang lain karena makin maraknya transaksi online,” ucap Menkeu.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016