Federal Reserve merilis notulensi pertemuan FOMC yang telah digelar pada bulan April lalu. Tak ada hal yang mengejutkan yang dipaparkan dalam risalah tersebut, segalanya telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Malam tadi, Dolar AS tak mendapatkan keuntungan berarti dari rilisnya laporan tersebut. Mata uang AS memangkas perolehannya terhadap Euro dan flat terhadap Yen Jepang. Terhadap GBP pun, Dolar AS juga tak lebih kuat.

Notulensi tersebut mengungkapkan bahwa para anggota The Fed sepakat untuk mempertimbangkan kebijakan moneter ketat. Namun, hal itu tak berarti bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan sesegera mungkin.

Terbukti dari pernyataan yang tertulis, “Diskusi komite mengenai kebijakan tersebut dianggap sebagai bagian dari rancangan kebijakan dan tak berarti bahwa normalisasi harus dimulai sesegera mungkin.”

Hal itu menggambarkan bahwa para pembuat kebijakan telah cukup puas dengan kebijakan yang ada sekarang ini. Mereka tak akan melakukan perubahan apapun jika tak ada perubahan yang besar dalam outlook ekonomi.

Dalam notulensi tersebut dituliskan, “Para anggota rapat sekali lagi memutuskan bahwa, apabila ekonomi terus melanjutkan perkembangannya seperti yang telah diperkitakan, maka Komite akan terus mengurangi laju pembelian aset dalam rapat-rapat yang akan datang. Namun, para anggota menggarisbawahi bahwa laju pembelian aset bukanlah sebuah ketetapan. Dan penilaian terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi masih akan terus menjadi pertimbangan komite.”

Komparasi Kebijakan The Fed Dengan Kebijakan Bank-Bank Sentral Lainnya

Kebijakan The Fed sangat kontras dengan kebijakan yang diterapkan oleh BOJ, yang mana BOJ cenderung untuk tak mengambil perubahan apapun dalam kebijakannya. Lain lagi dengan ECB, bank sentral Eropa tersebut berencana untuk merancang kebijakan yang cenderung akomodatif. Pendekatan yang dilakukan oleh The Fed juga tampak kurang senada dengan BOE. Bank sentral Inggris yang pada Rabu (21/05) kemarin juga merilis notulensi rapat, cenderung membantu mata uang Inggris untuk menguat, sedangkan notulensi The Fed tak begitu membantu mata uangnya.