Dubai (ANTARA News) – Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman, Jamal Benomar, pada Ahad mendesak faksi-faksi politik di negara tersebut untuk segera membentuk pemerintahan gabungan demi meredakan “ketegangan sektarian” yang terus meningkat.

Kepada AFP, Benomar mengatakan bahwa pemerintah gabungan harus terbentuk “dalam beberapa hari ke depan mengingat munculnya bentrokan antara kelompok Sunni dan Al-Qaeda melawan gerilyawan Syiah.

“Perkembangan terbaru yang terjadi menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan terkait meningkatnya gejala xenophobia dan sektarian,” kata Benomar.

“Hal ini tidak terjadi di masa lalu. Satu-satunya cara untuk meredekan ketegangan ini adalah dengan pembentukan pemerintahan gabungan dari semua pihak dan implementasi kesepakatan kerja sama perdamaian (yang tercapai pada 21 September lalu),” kata dia.

Kekacauan di negara miskin Semenanjung Arab itu semakin parah saat pejuang Ansarullah dari kelompok Syiah berhasil menguasai kota Sanaa pada September dan kemudian memperluas daerah kekuasaan sampai di Yaman bagian tengah serta barat.

Pada Jumat, Ansarullah kembali menekan pemerintahan Presiden Abdrabuh Mansur Hadi dengan memberi tenggat 10 hari bagi pembentukan pemerintahan gabungan. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Ansarullah mengancam akan mendirikan “dewan penyelamat nasional.”

Benomar sendiri mengakui bahwa “pemerintahan baru Yaman akan menghadapi tantangan yang sangat kompleks” terutama dari sisi ekonomi.

“Persoalan ekonomi yang serius kini muncul. Sampai saat ini belum ada kepastian apakah negara mampu membayar gaji pegawai negeri sipil setelah berakhirnya tahun ini,” kata dia.

Sebelumnya, kelompok gerilyawan menguasai Sanaa setelah menggelar unjuk rasa untuk melawan rencana kenaikan harga bahan bakar–yang kemudian dibatalkan–dan korupsi.

Para demonstran itu tidak menemui perlawanan dari pasukan keamanan saat mereka masuk ke ibu kota dan sejumlah kota besar lain di bagian selatan.

Gerakan kelompok demonstran itu dikhawatirkan akan memunculkan konfrontasi terbuka dengan Al-Qaeda.

Benomar mengingatkan bahwa “Al-Qaeda saat ini semakin aktif dan berpotensi terus tumbuh (di tengah ketegangan sektarian).

Jaringan Al-Qaeda di Yaman sendiri mengancam akan memerangi kelompok gerilyawan dan demonstran dengan dalih melindungi Muslim Sunni. (G005)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014