Equityworld Futures – Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dalam kunjungan kali ini, Menko Maritim ingin berdiskusi tentang hal-hal strategis terkait kepelabuhanan, termasuk perkembangan program yang sedang berlangsung di IPC Group dan stakeholders kepelabuhanan.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, bahwa Pelindo II berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor kepelabuhanan. Beberapa program tersebut yaitu meningkatkan keterlibatan teknologi IT, meningkatkan konektivitas nasional, memperlancar arus kapal dan barang termasuk dwelling time.

Ketika ditanyakan untuk mendukung program-program tersebut apakah perlu status Pelindo II disahkan sebagai objek vital nasional, Direktur Pengelolaan anak perusahaan Pelindo II Riri Syeried Jeta menjawab normatif.

“Pelabuhan adalah objek vital nasional, terkait proseduralnya nanti akan segera dikaji ulang untuk ditetapkan detailnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah melalui Keppres No 63 Tahun 2004 tentang Objek Vital Nasional dan Permenhub KM 72 tahun 2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi telah menetapkan pelabuhan sebagai objek vital nasional namun untuk lokasi pelabuhan (laut) dan rinciannya ditentukan oleh Dirjen Perhubungan Laut sesuai Pasal 4 Kepmenhub tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dalam kunjungan kali ini, Menko Maritim ingin berdiskusi tentang hal-hal strategis terkait kepelabuhanan, termasuk perkembangan program yang sedang berlangsung di IPC Group dan stakeholders kepelabuhanan.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, bahwa Pelindo II berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor kepelabuhanan. Beberapa program tersebut yaitu meningkatkan keterlibatan teknologi IT, meningkatkan konektivitas nasional, memperlancar arus kapal dan barang termasuk dwelling time.

Ketika ditanyakan untuk mendukung program-program tersebut apakah perlu status Pelindo II disahkan sebagai objek vital nasional, Direktur Pengelolaan anak perusahaan Pelindo II Riri Syeried Jeta menjawab normatif.

“Pelabuhan adalah objek vital nasional, terkait proseduralnya nanti akan segera dikaji ulang untuk ditetapkan detailnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah melalui Keppres No 63 Tahun 2004 tentang Objek Vital Nasional dan Permenhub KM 72 tahun 2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi telah menetapkan pelabuhan sebagai objek vital nasional namun untuk lokasi pelabuhan (laut) dan rinciannya ditentukan oleh Dirjen Perhubungan Laut sesuai Pasal 4 Kepmenhub tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dalam kunjungan kali ini, Menko Maritim ingin berdiskusi tentang hal-hal strategis terkait kepelabuhanan, termasuk perkembangan program yang sedang berlangsung di IPC Group dan stakeholders kepelabuhanan.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, bahwa Pelindo II berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor kepelabuhanan. Beberapa program tersebut yaitu meningkatkan keterlibatan teknologi IT, meningkatkan konektivitas nasional, memperlancar arus kapal dan barang termasuk dwelling time.

Ketika ditanyakan untuk mendukung program-program tersebut apakah perlu status Pelindo II disahkan sebagai objek vital nasional, Direktur Pengelolaan anak perusahaan Pelindo II Riri Syeried Jeta menjawab normatif.

“Pelabuhan adalah objek vital nasional, terkait proseduralnya nanti akan segera dikaji ulang untuk ditetapkan detailnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah melalui Keppres No 63 Tahun 2004 tentang Objek Vital Nasional dan Permenhub KM 72 tahun 2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi telah menetapkan pelabuhan sebagai objek vital nasional namun untuk lokasi pelabuhan (laut) dan rinciannya ditentukan oleh Dirjen Perhubungan Laut sesuai Pasal 4 Kepmenhub tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dalam kunjungan kali ini, Menko Maritim ingin berdiskusi tentang hal-hal strategis terkait kepelabuhanan, termasuk perkembangan program yang sedang berlangsung di IPC Group dan stakeholders kepelabuhanan.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, bahwa Pelindo II berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor kepelabuhanan. Beberapa program tersebut yaitu meningkatkan keterlibatan teknologi IT, meningkatkan konektivitas nasional, memperlancar arus kapal dan barang termasuk dwelling time.

Ketika ditanyakan untuk mendukung program-program tersebut apakah perlu status Pelindo II disahkan sebagai objek vital nasional, Direktur Pengelolaan anak perusahaan Pelindo II Riri Syeried Jeta menjawab normatif.

“Pelabuhan adalah objek vital nasional, terkait proseduralnya nanti akan segera dikaji ulang untuk ditetapkan detailnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah melalui Keppres No 63 Tahun 2004 tentang Objek Vital Nasional dan Permenhub KM 72 tahun 2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi telah menetapkan pelabuhan sebagai objek vital nasional namun untuk lokasi pelabuhan (laut) dan rinciannya ditentukan oleh Dirjen Perhubungan Laut sesuai Pasal 4 Kepmenhub tersebut.

Equityworld Futures