Lebak (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Banten diminta membangun sarana irigasi di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan pembangunan jaringan irigasi desa kepada Pemprov Banten melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) namun hingga kini belum ada realisasinya,” kata Endang, petani Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Rabu.

Ia mengatakan, saat ini petani Kecamatan Cipanas sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten mengeluhkan karena banyak saluran irigasi kondisinya rusak.

Bahkan, sebagian saluran irigasi tidak berfungsi mengaliri ke areal persawahan.

Sebelumnya, ujar dia, saluran irigasi yang berhulu di Kecamatan Lebak Gedong dapat mengaliri ribuan hektare persawahan.

Namun, saat ini kondisi saluran irigasi di Kecamatan Cipanas kurang maksimal sehingga berdampak terhadap produksi pangan.

“Kami berharap pembangunan saluran irigasi itu direalisasikan karena saat ini sudah memasuki musim tanam,” katanya.

Menurut dia, apabila saluran irigasi itu dibangun kemungkinan petani bisa panen sebanyak tiga kali musim per tahunnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemrpov Banten membangun saluran irigasi tersebut.

“Kami merasa tenang jika tanam padi terdapat pasokan air,” katanya.

Begitu pula, Maman, petani Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak mengaku hampir sebagian besar areal persawahan yang ada di wilayahnya tidak teraliri air dari saluran irigasi.

Saat ini, banyak saluran irigasi kondisinya rusak akibat dimakan usia.

Semestinya, saluran irigasi mendapat perbaikan maupun perawatan karena petani sangat membutuhkan pasokan air.

“Kami bingung menanam padi, tetapi tidak ada pasokan air,” katanya.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014