Equity World Futures – Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Kamis (09/06), indeks Nikkei ditutup turun –162,51 poin, atau -0,97 persen, di 16668.41. Pelemahan indeks Nikkei

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Rabu (09/12), indeks Kospi ditutup di zona merah, turun -0,80 poin atau -0,04 persen pada 1948,24. Pelemahan indeks terpengaruh pelemahan global dan belum adanya data fundamantal kuat yang dapat menopang indeks Kospi.

Pada penutupan perdagangan bursa Asia, sebagian besar indeks-indeks utama kawasan Asia berada di zona merah, baik indeks Nikkei, indeks Hang Seng, indeks ASX 200 berakhir negatif, hanya indeks Shanghai yang positif.

Sementara itu bursa Eropa juga dibuka di teritori negatif, masih terkena sentimen pelemahan minyak mentah dunia.

Sebelumnya dinihari tadi, bursa Wall Street juga ditutup di zona merah. Ketiga indeks utama AS ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 162,51 poin, atau 0,92 persen, di 17.568, S & P 500 kehilangan 13,48 poin, atau 0,65 persen menjadi 2,063.59, dan Nasdaq Composite turun 3,57 poin atau 0,07 persen ke 5,098.24.

Sedangkan untuk perdagangan saham saat penutupan, saham Lotte Shopping ditutup 2,89 persen lebih tinggi setelah pecah kabar bahwa perusahaan induknya, Lotte Group, akan mempertimbangkan mendaftarkan bisnis gula di Jepang di pasar saham Jepang.

Untuk saham-saham blue chips Korea Selatan diperdagangkan mixed dengan saham Samsung Electronics menyelesaikan pada posisi flat.

Sementara itu indeks kospi berjangka terpantau melemah, turun -0,25 poin atau -0,10% pada 239.70, dimana pada penutupan sebelumnya berada pada 239.95.

Untuk perdagangan selanjutnya esok hari akan ada rilis data indikator ekonomi domestik, yaitu Interest Rate Decision yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1,5%, sama dengan hasil sebelumnya pada 1,5%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan saham selanjutnya indeks Kospi berpotensi menguat terbatas dengan hasil Interest Rate yang stabil, namun pengaruh besar terjadi dari bursa Wall Street dan harga minyak mentah. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 236.15-233.03 dan kisaran Resistance 242.71-245.76