Equityworld Futures – Pounds Sterling masih berada dalam mode defensif di awal sesi perdagangan hari Jumat (01/Juli) pagi ini, setelah komentar dovish terang-terangan diutarakan oleh Bank Sentral Inggris (BoE) malam tadi. Sontak, mata uang Inggris yang sempat mengalami pemulihan di pertengahan pekan tersebut terpukul jatuh.

mark_carney

Poundsterling yang masih merangkak naik setelah keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pekan lalu, harus melorot jatuh lagi ke level rendah 31 tahun, setelah Gubernur BoE, Mark Carney, mengatakan bahwa stimulus tambahan kemungkinan akan dibutuhkan selepas musim panas (semester kedua) tahun ini.

GBP/USD terjungkal sekitar dua sen dari level 1.3200 yang tercapai pada sesi perdagangan sebelumnya, dan kembali terseret turun ke level yang tercapai di hari Senin lalu. Dari sini, pair yang sempat melampaui level tinggi 1.3470 itu tampak kesulitan untuk bergerak naik lebih tinggi lagi.

Mark Carney Akan Potong Suku Bunga BoE

Pimpinan BoE malam tadi mengatakan, pertumbuhan akan melambat dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, pemotongan tingkat suku bunga dan langkah-langkan pelonggaran lainnya akan dibutuhkan. Pernyataan Carney itu tetap didampingi dengan harapan bahwa dirinya yakin akan kemampuan Inggris untuk beradaptasi setelah berada di luar Uni Eropa.

Menyinggung hasil dari referendum tanggal 23 Juni lalu, BoE memang telah memperingatkan lambannya pertumbuhan sehubungan dengan respon konsumen dan pengusaha terhadap ketidakpastian, dimana mereka akan mengurangi konsumsi.

Carney juga mengungkapkan pandangan pribadinya bahwa pemotongan suku bunga dan tambahan stimulus tersebut akan dilakukan setidaknya setelah MPC bulan Juli atau mungkin tepatnya pada bulan Agustus. Meski demikian, Carney tetap tidak menutup kemungkinan kebijakan tersebut akan dimajukan waktu pelaksanaannya.

Poundsterling ‘Choppy’

Analis Bank ANZ, dalam catatannya yang dikutip oleh Reuters, turut mendukung kemungkinan yang dikemukakan Carney tersebut dengan mengatakan bahwa pasar pun yakin pelonggaran dibutuhkan setidaknya pada bulan Agustus. Para trader memperkirakan, Sterling masih berpotensi menghadapi pergerakan yang terjal selamaketidakpastian Inggris di luar UE ke depan masih membayangi. – Equity world Futures