Equityworld Futures – Sterling menunjukkan pemulihan sekitar setengah sen dari level rendah malam tadi memasuki sesi perdagangan London Senin (27/Juni) sore ini meski tak sebanding dengan penurunan 2 persen pada pekan lalu karena Brexit. Poundsterling membuat sejarah baru di era modern, yakni penurunan yang terburuk di hari Jumat lalu.

osborne

Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, berjanji untuk tetap siaga dalam saat-saat sulit seperti ini dan mengimplemetasikan rencana kontijensi yang mantap bersama dengan Bank Sentral Inggris (BoE) apabila dibutuhkan, untuk sedikit menyetabilkan kegugupan pasar. Meski cenderung flat, Poundsterling sedikit terjungkit untuk diperdagangkan pada posisi 1.3430, dari level rendah 1.3356 malam tadi.

Kendati hasil voting Inggris pada Jumat lalu sudah jelas memenangkan Brexit, akan tetapi, sejumlah bank masih memprediksikan Poundsterling akan jatuh ke bawah level $1.30 dan bahkan terhadap Euro (EUR/GBP), Sterling diperkirakan akan menurun 1.2 persen ke angka 82.20 pence.

Pound Masih Bisa Turun Lagi

“Risiko yang jelas adalah penurunan lebih dalam (bagi Poundsterling),” kata Neil Mellor, ahli strategi mata yang di Bank of New York Mellon di London yang diwawancarai oleh Reuters. “Ketidakpastian artinya adalah pelemahan mata uang, kita tahu hal ini, dan bukan tak mungkin bahwa (Sterling) sedang value trade saat ini dan untuk itulah Anda harus kembali. Terlalu dini untuk menyebut level saat ini sebagai level dasar.”

Di sisi lain, analis dari RBC Capital Markets Kanada mengarahkan perhatiannya ke sell-off terbesar sepanjang sejarah dan menunjuk pada level $1.20 – $1.25 Poundsterling di akhir kuartal ketiga dalam tahun ini. Analis tersebut memperkirakan, penurunan EUR/GBP hingga 7 persen pada tahun ini kemungkinannya kecil. Namun, terhitung sejak 40 tahun yang lalu, Sterling sudah merosot rata-rata 18 persen. – Equity world Futures