Equityworld Futures – Harga emas pada hari Jumat (01/07) di sesi perdagangan Asia meninggi seiring dengan rilis data PMI manufaktur Caixin China yang mengecewakan. Para investor juga melihat bahwa negara China bisa jadi masih akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya. Saat berita ini diturunkan, XAU/USD diperdagangakan pada kisaran level harga 1,327 dolar AS, naik sebesar 0.42 persen.

Harga Emas Naik

 

Sementara itu pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures untuk pengiriman bulan Agustus mengalami kenaikan sebesar 0.71 persen menjadi 1,330 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures naik tajam sebesar 2.29 persen ke level harga 19.05 dolar AS per troy ons dan tembaga futures melandai ke 2.191 dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.18 persen.

Harga emas selama sepekan ini tetap berada di level tinggi selama 27 bulan setelah merangkak naik hampir sekitar 100 dolar AS per ons pada hari Jumat minggu lalu dan mampu menyentuh level harga 1,360 dolar AS.

Ditengah-tengah kecemasan serta terjadinya resesi global dan adanya penundaan kenaikan suku bunga dari bank sentral AS, harga emas tentu saja diuntungkan dan mengalami peningkatan harga dengan tajam yaitu sebesar 25 persen selama enam bulan ini.

Rilis Data PMI Manufaktur Caixin Tiongkok

Disamping itu, adanya penurunan terkait data PMI manufaktur China juga dapat mendrong harga emas naik karena data PMI manufaktur Caixin China yang rilis hari Jumat pagi ini melandai cukup signifikan.

PMI Manufaktur tersebut menurun menjadi 48.6 dari sebelumnya sebesar 49.2 dan berada dibawah ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan akan ada penurunan tipis ke 49.1. Selain itu, adapun PMI manufaktur bulan Juni Tiongkok melandai ke 50.0 dari bulan sebelumnya yang sebesar 50.1.

Pidato Gubernur Bank Sentral Inggris

Selain itu, selama sesi perdagangan hari Kamis malam kemarin, harga emas sempat turun tipis tapi mengakhiri perdagangan di bulan Juni dengan harga terkuatnya.

Kondisi tersebut terjadi setelah Gubernur bank sentral Inggris (BoE), Mark Carney memberikan indikasi kuat bahwa BoE kemungkinan akan memberlakukan pelonggaran kebijakan moneternya.

Ia menegaskan bahwa dalam beberapa mendatang BoE akan memangkas tingkat suku bunga untuk melindungi perekonomian Inggris dari terjadinya guncangan lebih lanjut sebagai dampak dari hasil referendum Brexit minggu lalu. Diprediksi, bank sentral negara Inggris tersebut akan menunggu untuk menurunkan suku bunganya sampai bulan Agustus mendatang. – Equity world Futures