Turin (ANTARA News) – Tidak ada yang serba pasti di putaran bola dunia, tidak ada yang serba pasti juga manakala laga bola digelar, karena segala sesuatunya mewujud dalam penggenapan kredo klasik “manusia adalah serigala bagi sesamanya”. Ini yang berlaku ketika Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid.

Sebagai sesama serigala, baik Juventus maupun Atletico Madrid sama-sama ingin menerkam kemudian mengabarkan kepada dunia bahwa sang pemenang adalah sang pemenang.

Untuk meraih kejayaan dan merengkuh kemuliaan, sama sekali tidak berlaku ungkapan Latin klasik “do ut des” (saya memberi agar engkau memberi). Yang ada dalam perbendaharaan laga kehidupan, yakni berjuang sampai menang, bukan minta-minta belas kasihan lawan.

Kemenangan diraih bukan diberi, kejayaan diusahakan bukan dinanti. Dan Juventus menjamu Atletico Madrid dalam duel terakhir Grup A Liga Champions yang diselenggerakan di Juventus Stadium pada Selasa atau Rabu dini hari, pukul 02.45 WIB. Duel sarat gengsi itu akan ditayangkan oleh SCTV.

Bukan kebetulan bahwa pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone berjuluk “hati serigala”. Dia menyuntikkan serum keberanian kepada Mario Mandzukic dan kawan-kawan agar terus merangsek lini pertahanan lawan, meski “Los Rojiblancos” mendekati pasti dapat melenggang ke fase 16 besar.

Hanya saja, kali ini lawan yang dihadapi klub kesayangan kota Turin. Skuat “Nyonya Tua” telah mengukir hasil mentereng, dengan tidak terkalahkan dalam 38 laga beruntun di Juventus Stadium.

Bianconeri terbakar obsesi untuk membalas kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama di Madrid (1/10). Tekad pasukan asuhan pelatih Massimiliano Allegri ini tidak boleh dipandang remeh temeh.

Obsesi merupakan bahan bakar utama menggerakkan lokomotif perubahan bahkan mampu menyemangati revolusi demi revolusi. Tinggal sekarang, tim mana yang mampu menggalang pertahanan solid karena kedua tim sama-sama mampu mengembangkan permainan ofensif.

Juventus jempolan, karena belum terkalahkan dalam sembilan laga kandang dalam kompetisi  UEFA, mencakup kemenangan atas Malmo (2-0) dan Olympiacos (3-2).

Secara keseluruhan, Bianconeri hanya sekali kalah dari 14 laga kandang di ajang kompetisi Eropa sebelum dilakukan perombakan Stadium Juventus yang baru (delapan kali menang, lima kali imbang, sekali kalah).

Juventus juga mengukir hasil gemilang dalam 20 kali pertemuan dengan tim tamu asal Spanyol, dengan torehan hasil: 12 kali menang, enam kali imbang, dan dua kali kalah. Sementara, Atletico memetik lima kemenangan dari delapan laga kandang selama penyelenggaraan Liga Champions, mencakup kemenangan 2-0 atas Malmo.

Rekor laga tandang yang dicapai Atletico melawan klub asal Serie A, yakni empat kali menang, sekali imbang, dan empat kali kalah. Kemenangan ini termasuk ketika mengalahkah AC Milan 1-0 di babak 16 besar Liga Champions musim lalu.

Gabi, Diego Godín, Juanfran, Mario Suárez, Koke, Miranda dan Arda Turan merupakan pemain yang membela Atletico ketika menang 3-1 melawan Lazio di babak 32 besar di ajang Liga Eropa musim 2011/12.

Komentar dua pelatih:

* Massimiliano Allegri (Juventus):
“Kami harus meraih hasil terbaik. Ini kesempatan terbaik dalam musim ini. Saya punya tim yang mampu tampil sangat baik dan sangat kompak. Mereka mampu membuktikannya dalam lima laga sebelumnya. Hanya saja laga kali ini tentu memiliki skenario yang berbeda.”

“Kami bertekad meraih peringkat pertama (dengan menjuarai grup), karena itu, kami menghindari juara-juara di grup lainnya, sementara Atletico juga berharap keluar sebagai juara grup.”

“Simeone selama ini telah menunjukkan kinerja menawan. Menjadi juara La Liga, bukan prestasi sembarangan, karena lawan yang dihadapi tim-tim raksasa seperti Real Madrid dan Barcelona.”

* Diego Simeone (Atletico Madrid):

“Mereka (Juve) bakal tampil lebih kuat bersemangat karena bertanding di kandang. Kami harus bermain dengan bermodal kejelian dan ketepatan memanfaatkan setiap peluang.”

“Apa yang akan kami jalani dan alami bakal sangat berbeda, karena kami turun bertanding di stadion lawan. Meski semuanya terpulang kepada sejarah, hanya saja mereka bertekad dan berniat meraih kemenangan.”

Prakiraan susunan pemain:

* Juventus (4-3-2-1):
Buffon (penjaga gawang); Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, Padoin (Evra); Marchisio, Pirlo, Pogba; Vidal; Tévez, Llorente.
• Absen: Asamoah, Rômulo (cedera lutut), Barzagli (cedera engkel), Cáceres (cedera otot), Coman (cedera otot)

* Atlético Madrid (4-4-2):
Moyà (penjaga gawang); Juanfran, Godín, Giménez, Siqueira; Arda, Tiago, Gabi, Koke; Raúl García/Griezmann, Mandžukić.
• Absen: Miranda (cedera hamstring), Ansaldi (cedera engkel)

Data dan fakta:

* Juventus:
• Stephan Lichtsteiner dan Pogba bakal terbebas dari masa suspensi.
• Juventus telah meraih 18 kemenangan dari 21 laga di ajang Serie A.
• Bianconeri tergolong “lapar kemenangan”, dengan capaian 25 kali kemenangan kandang di Serie A.
• Buffon absen dalam laga derbi melawan Torino karena ia mengalami cedera bahu, tetapi kembali tampil dalam laga imbang 0-0 melawan Fiorentina pada Jumat pekan lalu.
• Cáceres tidak tampil sejak 5 Oktober karena mengalami cedera bahu. Barzagli kembali tampil musim ini setelah sebelumnya ia mengalami cedera otot Achilles.

* Atlético Madrid:
• Gabi, Godín dan Cristian Ansaldi telah terbebas dari masa suspensi.
• José María Giménez mencetak gol perdana di level klub ketika membela Atletico menang 2-0 melawan Elche pada Sabtu. Bek ini telah mencetak dua gol dalam 15 penampilan bersama timnas Uruguay.
• Atletico meraih lima kali menang dan menyabet sembilan kemenangan dari 11 laga.
• Pasukan asuhan Simeone tidak kebobolan dalam 386 menit.
• Atletico menang 3-0 ketika melawan Hospitalet di laga leg pertama Copa del Rey pada 3 Desember.
• Miguel Ángel Moyà tampil sebagai penjaga gawang yang belum kebobolan selama laga Liga Champions musim ini. Ia menorehkan empat clean sheets setelah menggantikan posisi Jan Oblak dalam dua laga.
• Miranda absen sejak dibekap cedera hamstring ketika membela timnas Brasil dalam laga persahabatan yang berakhir 2-1 melawan Austria pada 19 November lalu.
• Simeone masuk dalam daftar nominasi pelatih terbaik FIFA 2014, selain pelatih lainnya Carlo Ancelotti dan Joachim Loew.

Lima laga terakhir:
(W: menang; L: kalah; D: imbang)

* Juventus:  D W W W W

5/12/14   Fiorentina 0 – 0 Juventus
30/11/14  Juventus  2 – 1  Torino
26/11/14  Malmö    0 – 2  Juventus
22/11/14  Lazio      0 – 3  Juventus
9/ 1/14   Juventus   7 – 0  Parma

* Atlético Madrid: W W W W W

6/12/14   Elche 0 – 2  Atlético de Madrid
3/12/14   L’Hospitalet  0 – 3  Atlético de Madrid
30/11/14  Atlético de Madrid  2 – 0 Deportivo de La Coruña
26/11/14  Atlético de Madrid  4 – 0 Olympiakos
22/11/14  Atlético de Madrid  3 – 1 Málaga

Head To Head
1/ 10/14  Atlético de Madrid  1 – 0 Juventus

Prediksi hasil laga (Goal.com):

* Juventus  2 – 0  Atlético de Madrid  (19 persen)
* Juventus  0 – 0  Atlético de Madrid  (12 persen)
* Juventus  2 – 1  Atlético de Madrid  (12 persen)

Prediksi laga:

* Akankah Juventus merasa nyaman dengan raihan sembilan angka karena dijamin lolos dengan satu syarat yakni meraih hasil imbang dalam laga ini? Hanya saja, ini bukan karakter dari pasukan asuhan Allegri.

* Altetico di bawah arahan pelatih Simeone bukan tim yang mudah ditaklukkan. Serangan balik yang cepat bakal diperagakan oleh barisan depan Los Rojiblancos, terlebih dengan kehadiran Mandzukic yang bakal memberi perlawanan kepada trio Tvez-Llorente-Morata.

* Laga ini memanggungkan aksi jual beli serangan, dan adu kuat lini pertahanan. Tinggal siapa tim yang mampu memanfaatkan setiap peluang. Sejak Juve dibesut oleh Allegri, mereka mampu mencetak 17 gol dalam enam partai terakhir.

Prediksi hasil laga menurut editor Antaranews.com:

* Juventus: 1
* Atletico Madrid: 1  

Editor: AA Ariwibowo