1
Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus merosot di akhir sesi perdagangan, hingga tembus level Rp14.525/USD. Kejatuhan rupiah mengiringi terkaparnya Yuan China terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan anjlok menjadi Rp14.525/USD saat berhadapan dengan USD dibanding penutupan sebelumnya. Rupiah bergerak pada level Rp14.503 hingga Rp14.560/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah terpuruk ke level Rp14.545/USD atau memburuk dari penutupan kemarin, meski sedikit terkoreksi dari sesi pagi. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.546-Rp14.562/USD.

Rupiah sore ini tak berdaya ke posisi Rp14.525/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya. Rupiah sedikit terkoreksi untuk mencoba keluar dari tekanan dibandingkan sesi siang tadi.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp14.541/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah sedikit membaik dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.454/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, euro tergelincir seperempat persen pada perdagangan Selasa, saat investor mewaspadai data aktivitas bisnis yang akan menjelaskan apakah retorika yang berkembang selama perang perdagangan antara AS dan mitra dagangnya dalam beberapa pekan terakhir telah mengurangi sentimen.

Data Eropa telah stabil setelah kehilangan momentum awal tahun ini, tetapi para pelaku pasar tetap berhati-hati dengan sentimen dari data PMI Perancis sedikit berkurang. Data PMI Zona Euro akan segera dirilis dan juga diperkirakan akan tergelincir.

Tercatat euro turun 0,3% pada level 1,1654 saat berhadapan dengan USD, ketika sempat mencapai level tertinggi dua minggu di sesi sebelumnya 1,1750. Yen Jepang juga berbalik melemah terhadap sebagian besar rival mereka karena menyusutnya harapan bahwa Bank of Japan akan meluncurkan stimulus baru.

Yen secara umum berakhir mendatar terhadap dolar pada posisi 111,21 dan cenderung menguat terhadap euro serta sterling. Namun, ekspektasi pelonggaran lebih lanjut dalam kondisi moneter saat ini mendorong yuan turun setengah persen ke level terendah dalam 13 bulan pada posisi 6,8448 versus USD atau terendah sejak Juni 2017.

Equity World Futures