1Equity World Futures – Menguatnya perekonomian Amerika Serikat sehingga mendorong dolar AS berotot dan kondisi geopolitik di Timur Tengah–terutama kasus kesepakatan nuklir Iran–membuat harga minyak melambung. Kondisi ini menjadi kabar buruk bagi realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018.

Dalam paparannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa realisasi APBN 2018 hingga April, meleset dari target asumsi makro yang tercantum di APBN 2018.

Dia menyebutkan, dalam APBN 2018, pemerintah menargetkan nilai tukar mata uang NKRI berada di level Rp13.400 per USD. Faktanya, realisasi hingga akhir April 2018 lebih tinggi, yaitu Rp13.631 per USD.

“Demikian pula dengan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), yang realisasinya pada April sudah USD64,1 per barel, lebih tinggi dari asumsi makro sebesar USD48 per barel,” katanya di Gedung Kementerian Keuangan,

“Demikian juga ICP realisasinya USD64,1 per barel atau lebih tinggi dari asumsi yang sebesar USD48 per barel,” katanya di Gedung Kemenkeu,

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir April mencapai 5,06% atau masih di bawah target dalam APBN 2018 yang sebesar 5,4%. Dia berharap, pemerintah bisa mengejar target tersebut hingga akhir tahun.

“Kita perlu mengejar di kuartal II, III, dan IV. Karena adanya impor bahan baku dan barang modal, investasi, dan THR, gaji ke-13 diharapkan akan menjaga momentum. Juga akselarasi belanja pemerintah juga cukup baik,” imbuh dia.

Sementara itu, realisasi inflasi hingga akhir April 2018 cukup rendah yaitu 3,4% atau di bawah asumsi dalam APBN 2018 yang sebesar 3,8%. Demikian juga suku bunga SPN 3 bulan yang realisasinya hingga akhir APril 2018 sebesar 4,1% aau di bawah asumsi yang sebesar 5,2%.

Ditambahkannya, realisasi lifting minyak hingga akhir April 2018 mencapai USD750,3 ribu barel per hari (bph) sementara asumsinya 800 ribu bph. Sedangkan lifting gas sebsear 1.115,9 boepd dibanding asumsi yang sebesar 1.200 boepd.

“Secara keseluruhan, APBN kita pelaksanaan sampai 30 April mengalami perbaikan signifikan, baik di sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan. Keseluruhan APBN mengalami perbaikan signifikan,”

Equity World Futures