1
Equity World Futures – Saham-saham di bursa Asia pada perdagangan hari ini diperkirakan masih rentan dibayangi makin dekatnya tenggat pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) atas barang-barang impor dari China 6 Juli nanti.

Rencana penerapan tarif impor atas barang impor China senilai miliaran dolar AS itu juga membuat nilai tukar yuan melemah mendekati level terendah dalam 11 bulan terakhir.

Dilansir Reuters, indeks acuan regional Asia-Pasifik MSCI pada sesi awal perdagangan hari ini hanya menguat tipis 0,1%, setelah sehari sebelumnya terpuruk ke level terendah dalam 9 bulan terakhir. Sementara indeks Nikkei Jepang masih mencatatkan penurunan sebesar 0,5%.

Sedangkan Wall Street pada perdagangan juga melemah. Dow Jones Industrial Average turun 0,54% menjadi 24.174,82 poin, sementara S&P 500 kehilangan 0,49% menjadi 2.713,22 dan Nasdaq Composite turun 0,86% menjadi 7.502,67.

Sama seperti di Asia, banyak investor cemas Washington benar-benar akan menjalankan rencana pengenaan tarif atas barang impor China yang dipastikan akan dibalas oleh Negeri Panda itu dengan langkah serupa.

Kakhawatiran itu menyebabkan nilai tukar yuan juga tergerus. Yuan di awal perdagangan hari ini berada di level 6,6715 per dolar AS, sedikit menguat dibanding sehari sebelumnya di level 6,7344 per dolar AS, setelah Bank Sentral China mengintervensi pasar.

Sementara, di dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang siang melemah tipis 17,41 poin atau 0,31% dari penutupan sebelumnya di 5.633,94 menjadi 5.616,52. Sedangkan nilai tukar rupiah berbalik menguat menjadi Rp14.340 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya Rp14.430 per dolar AS.

Equity World Futures