1 Equity World Futures – Sejak memenangkan kembali kursi Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad langsung membenahi perekonomian Malaysia, terutama masalah utang negara yang sudah “menggunung”.

Dalam pertemuan pertama kabinetnya, Mahathir memaparkan saat ini utang negara Malaysia sudah mencapai 1 triliun ringgit. Jumlah utang tersebut sudah mencapai 65% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, mantan PM Malaysia Najib Razak mengatakan utang Malaysia masih di bawah batas yang ditetapkan pemerintah yakni 55% dari PDB.

“Saya telah diberitahu bahwa utang kami sebenarnya 1 triliun ringgit. Hari ini kami dapat mempelajari dan mencari cara untuk mengurangi utang ini.

Untuk mengurangi utang negara, Dr. M–julukan Mahathir–akan meninjau atau membatalkan beberapa proyek di Malaysia, terutama soal proyek kereta api cepat Singapura-Kuala Lumpur. Selain itu, Mahathir akan melakukan pemangkasan gaji menteri kabinet.

Mengutip dari AFP, Mahathir menjelaskan bahwa gaji menteri kabinet akan dipotong 10%. “Ini (utang) akan dikelola oleh menteri keuangan dan dalam proses perampingan (gaji), tidak ada orang dengan gaji lebih rendah yang akan terpengaruh,” terang dia.

Sementara itu, Najib membantah melakukan kesalahan sehingga utang Malaysia bisa mencapai 1 triliun ringgit. Namun, Mahathir mengatakan kemungkinan besar tata kelola negara dalam merekam posisi keuangan negara yang salah. Sehingga utang bisa sedemikian besar.

Sejak kekalahan dalam pemilihan, Najib menghadapi beragam kasus korupsi, terutama skandal multi miliar dolar di dana negara 1Malaysua Development Berhad (1MDB). Selain itu, pihak berwajib sedang mencari properti yang dimiliki Najib dan isterinya, Rosmah Mansor. Pihak berwenang telah menyita uang tunai, perhiasan, dan tas mewah koleksi Rosmah yang diperkirakan bernilai jutaan dolar AS.

Equity World Futures