1
Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus kembali melemah pasca libur lebaran hingga usai Pilkada serentak, bahkan sampai menyentuh level Rp14.404/USD. Sentimen domestik dan global diyakini menjadi salah satu penyebab mata uang Garuda belum mampu menguat dalam dua pekan terakhir.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebutkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kejatuhan rupiah. Di antaranya yakni tekanan global yang diakibatkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China sehingga membut sentimen pasar menurun.

“Rupiah melemah karena besarnya tekanan global setelah perang dagang AS China berlanjut, ekspektasi kenaikan Fed rate 4 kali tahun ini dan kenaikan harga minyak karena Trump serukan boikot impor minyak dari Iran. Indeks dolar langsung loncat ke 95. Artinya dolar AS menguat terhadap mata uang dominan lainnya,”

Sambung dia menerangkan, bahka neraca perdagangan Indonesia yang kembali defisit di luar ekspektasi pelaku pasar. Sehingga membuat pelemahan rupiah terus terjadi dan tidak memperlihatkan sinyal perbaikan sejauh ini.

“Sayangnya dari dalam negeri data-data ekonomi dibawah ekspektasi, misalnya neraca perdagangan Mei kembali defisit di USD1,52 miliar. Defisit transaksi berjalan melebar dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018 dikoreksi turun sulit tembus 5,4%. Itu yang membuat pelaku pasar melakukan net sales atau aksi jual di bursa saham dan pasar surat utang”.

Equity World Futures