1
Equity World Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 91,37 poin atau 1,56% ke level 5.769,87.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun 10,53 poin atau 0,18% ke level 5.850,72. Sepanjang Selasa ini, indeks diperdagangkan di level 5.744,58-5.890,99.

IHSG ditutup anjlok karena kekhawatiran dampak krisis ekonomi Turki, kekhawatiran semakin kuatnya dolar AS terhadap rupiah dan defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai 3,0% dari PDB, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.

Di bursa, dari 512 saham yang diperdagangkan, 278 saham tertekan, 115 stagnan dan 119 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp8,93 triliun dari 10,93 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp787,80 miliar dengan aksi jual asing Rp2,92 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,14 triliun.

Sementara itu, pasar Asia ditutup bervariasi dimana investor masih fokus pada ketidakpastian ekonomi di Turki. Indeks Nikkei 225 Jepang melompat 2,28% atau 498,65 poin menjadi 22.356,08, karena yen Jepang sengaja melemah ditengah permintaan safe haven atas ketidakpastian ekonomi Turki. Yen diperdagangkan pada level 111,01 per USD dibanding sebelumnya di 110,3 per USD.

Indeks Topix lebih tinggi 1,63% karena saham eksportir mobil bangkit, dengan Honda Motor naik 1,96% dan 33 indeks sektoral berakhir di wilayah positif. Kospi Korea Selatan naik tipis 0,47% menjadi 2.258,91 dan ASX 200 Australia bertambah 0,76% menjadi 6.299,60, berkat kenaikan sektor keuangan, telekomunikasi dan teknologi informasi lebih dari 1%.

Namun, pasar China menurun, dengan indeks Hang Seng Hong terhapus 0,66% atau 183,64 poin menjadi 27.752,93, karena saham teknologi seperti Tencent jatuh 3,66%. Begitu pula indeks Shanghai turun tipis 0,17% menjadi 2.781,16, karena penjualan ritel di China pada bulan Juli berada di bawah ekspektasi.

Equity World Futures