1
Equity World Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif di pengujung bulan Juli 2018. Indeks berakhir turun tajam sebesar 91,49 poin atau 1,52% ke level 5.936,44 pada perdagangan.

Awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 15,01 poin atau 0,25% ke level 6.012,93. Sepanjang Selasa ini, IHSG diperdagangkan di level 5.910,53-6.013,86.

Melemahnya IHSG kembali di bawah level 6.000 akibat tekanan sembilan dari 10 indeks sektoral yang memerah. Sektor infrastruktur terkoreksi paling besar -4,82%, disusul pertambangan -2,72% karena tarik ulur masalah DMO batu bara, properti -2,20% dan yang positif hanya aneka industri +0,30%.

Dari 524 saham yang diperdagangkan, 284 tertekan, 103 stagnan dan 137 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp10,10 triliun dari 11,23 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp256,37 miliar, dimana aksi beli asing Rp3,35 triliun dan aksi jual asing Rp3,10 triliun.

Sementara saham Asia ditutup bervariasi karena investor sedang mencerna keputusan Bank of Japan yang menjaga kebijakan tetap stabil. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 8,88 poin atau 0,04% menjadi 22.553,72. Namun indeks Topix melemah 0,84%.

Sementara itu, Kospi Korea Selatan lebih tinggi 0,08% menjadi 2.295,26 setelah laporan laba operasi kuartal kedua Samsung mencapai 14,9 triliun won, lebih tinggi dari proyeksi perusahaan sebesar 14,8 triliun won. S&P/ASX 200 Australia lebih tinggi 0,03% menjadi 6.280,20, karena sektor energi memimpin kenaikan.

Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 150,12 poin atau 0,5% menjadi 28.583,01. Pasar saham China berombak akibat rilis PMI manufaktur mereka meleset dari ekspektasi, dengan Shangai naik 0,26% menjadi 2.876,40, namun Shenzhen merosot 0,02% menjadi 1.576,41.

Equity World Futures