1Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan mulai memulih di pasar spot. Di akhir Mei ini, mata uang NKRI menguat 103 poin atau 0,74% ke level Rp13.890 per USD pada pukul 10.25 WIB.

Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg berotot 28 poin atau 0,20% di level Rp13,955 per USD, dibanding penutupan Rabu di level Rp13.993 per USD.

Hal sama terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada hari ini berkibar 100 poin alias 0,72% ke posisi Rp13.885 per USD. Kemarin, rupiah ditutup di level Rp13.985 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Kamis ini terapresiasi 81 poin di posisi Rp13.951 per USD, berbanding Rabu kemarin di level Rp14.032 per USD.

Menguatnya rupiah merespon hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan bank sentral menaikkan lagi suku bunga merupakan langkah preemptive memperkuat stabilitas. Khususnya, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap perkiraan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed) yang lebih tinggi, serta meningkatnya risiko di pasar keuangan global.

“Keputusan ini merupakan langkah kebijakan jangka pendek yang menekankan pada stabilitas rupiah,”

Adapun faktor eksternal yang membuat rupiah menguat, karena indeks USD melemah 0,79% terhadap enam mata uang utama ke level 94,069. Dolar Amerika Serikat melemah seiring rebound-nya euro setelah krisis politik di Italia mereda. Partai 5 Bintang, partai terbesar di Italia akhirnya mau mengalah demi mengkahiri kekacauan politik dengan membentuk pemerintahan koalisi.

Selain itu, imbal hasil obligasi Italia menyusut menjadi 1,75%, dari sebelumnya 2,71%. Hal ini membuat menjadi menarik minat investor di pasar utang karena masih murah. Sehingga euro kembali dibeli. Melansir Reuters, euro diperdagangkan naik 1,1% menjadi USD1,1669 per EUR karena spread obligasi Italia telah menyusut.

Equity World Futures