1
Equity World Futures – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di bidang industri perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk menghadapi gejolak perekonomian global.

Demikian disampaikan Retno Marsudi saat bertemu Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-Hwa di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

“Di tengah tren proteksionisme ini, kedua negara perlu untuk terus melipatgandakan upaya bersama memanfaatkan berbagai peluang dagang dan mendorong sistem ekonomi yang terbuka,”

Di bidang perdagangan, Retno menyambut baik meningkatnya nilai perdagangan kedua negara yang pada 2017 mencapai US$ 16,31 miliar. Angka itu meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya US$ 13,68 miliar.

Nilai investasi Korea di Indonesia juga meningkat dari US$ 1,06 miliar tahun 2016 menjadi US$ 2,02 miliar tahun 2017.

Kedua menteri juga bertukar pikiran tentang berbagai perkembangan strategis di kawasan dan dunia dalam pertemuan tersebut. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea. Retno menegaskan, Indonesia mendukung proses perdamaian dan denuklirisasi.

“Tadi Menlu Kang menyampaikan langsung perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea. Saya kembali menegaskan pentingnya follow-up dari kedua KTT yang telah dilakukan dalam menuju perdamaian Semenanjung Korea,”

Sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Menlu Retno akan bertemu Presiden Moon Jae-In pada Jumat 27 Juli 2018.

Equity World Futures