1Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, ditutup berbalik merosot ke zona merah setelah sempat memperlihatkan sinyal perbaikan. Kejatuhan rupiah terjadi saat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- bergerak cenderung stabil.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan tergelincir menjadi Rp13.876/USD atau lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.867/USD. Rupiah bergerak pada level Rp13.858-Rp13.893/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ambruk ke posisi Rp13.905/USD atau memburuk dari sebelumnya Rp13.895/USD. Rupiah sepanjang hari ini terlihat sulit keluar dari zona merah.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.880/USD atau tidak lebih baik dari penutupan kemarin Rp13.878/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.873-Rp13.896/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan ke level Rp13.887/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin merosot dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp13.872/USD.

Seperti dilansir Reuters, dolar stabil hingga sesi sore perdagangan di bawah posisi tertinggi enam bulan pada pekan lalu saat investor menunggu data yang mungkin bisa mengkonfirmasi perekonomian AS bakal berada dalam jalur penguatan di kuartal awal. Ditambah meningkatnya imbal hasil obligasi juga mendukung greenback.

Greenback menguat pada level 94,04 saat melawan enam mata uang utama lainnya, dimana sebelumnya telah naik ke level 95,02 minggu lalu. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal November 2017 serta telah meningkat lebih dari 5% sejak pertengahan April lalu.

Euro sendiri cenderung bergerak mendatar secara luas di level 1,16930 saat berhadapan dengan USD. Sejak menyentuh level terendah 10 bulan pada posisi 1,1510 terhadap USD, mata uang umum telah pulih karena investor mengambil kenyamanan dari pembentukan pemerintahan koalisi di Roma.

Equity World Futures