1
Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, memulih. Setelah dua hari turun tajam, mata uang NKRI di indeks Bloomberg ditutup menguat 23 poin atau 0,16% ke level Rp14.584 per USD, dibandingkan penutupan Senin di Rp14.607 per USD.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka terjerembab 8 poin ke level Rp14.615 per USD, seiring defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang mencapai USD8 miliar atau 3% dari PDB. Sepanjang Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.579-Rp14.630 per USD.

Rupiah pada Selasa petang ini, perkasa 12 poin atau 0,08% menjadi Rp14.576 per USD, dibanding penutupan Senin kemarin di Rp14.588 per USD. Hari ini rupiah diperdagangkan di Rp14.568-Rp14.630 per USD.

Rupiah berhasil mengambil untung seiring mulai memudarnya keperkasaan dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang emerging markets. USD mulai menurun 0,2% terhadap enam mata uang utama menjadi 96,230. USD telah reli sejak krisis mata uang lira Turki meletus pada minggu lalu.

Alhasil, USD melemah 0,12% terhadap yuan China menjadi 6,8794 per USD. Penguatan yuan China setelah rilis data ekonomi yang cukup meski masih jauh dari ekspektasi. Melansir data Reuters, laju investasi China tumbuh 6,0% dalam periode Januari-Juni 2018. Untuk Juli, investasi tumbuh 3,0% alias tetap sama dari tahun sebelumnya.

Penjualan ritel naik 8,8% pada Juli dibanding tahun sebelumnya, meski masih di bawah ekspektasi sebesar 9,1% dan turun dari 9,0% dari pencapaian bulan Juni. Perekonomian China mulai menunjukkan tanda-tanda mendingin dari panasnya perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat.

Equity World Futures