1
Equity World Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan ketika pagi tadi menguat tipis. Mata uang Indonesia yang kembali mengalami melemah mengiringi tren kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada zona hijau hingga sesi I.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.380/USD atau tergelincir dengan posisi penutupan sebelumnya pada level Rp14.325/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.250-Rp14.385/USD.

Menurut Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp14.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai membaik dari posisi sebelumnya di level Rp14.404/USD.

Rupiah siang di level Rp14.380/USD sedikit melemah dari posisi pembukaan tadi pagi, dan lebih tercatat lebih rendah dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp14.350/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih berada di zona hijau dengan tambahan 7,17 poin atau 0,12% menjadi 5.806,40. Sementara, tadi pagi bursa Tanah Air dibuka menanjak naik ke level 5.832,22 usai meningkat 32,980 poin atau 0,569%. Kemarin, IHSG ditutup melompat 131,92 poin atau 2,33% ke level 5.799,24.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni aneka industri yang melemah 2,11% dan sektor yang menguat tertinggi yaitu consumer dengan kenaikan sebesar 1,74%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,42 miliar dengan 67,86 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp104,61 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,05 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,16 triliun. Tercatat 193 saham naik, 195 turun dan 95 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) serta PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI). Sementara, saham lain dengan pelemahan yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk.

Equity World Futures