1
EquityWorld Futures – Setelah pagi tadi dibuka menguat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot berbalik tumbang. Data Bloomberg, rupiah ditutup merugi 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.840 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka perkasa 48 poin atau 0,32% ke level Rp14.785 per USD, dibanding penutupan Rabu lalu di Rp14.833 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.784-Rp14.840 per USD.

Mata uang NKRI jatuh 15 poin atau 0,10% menjadi Rp14.835 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.820 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.770-Rp14.842 per USD.

Pada petang ini, dolar AS berbalik menguat terhadap mata uang Asia. Dimana pagi tadi, USD sempat tertekan akibat “gencatan senjata” perang dagang Amerika dengan China yang membuat permintaan USD sebagai safe haven aset menyurut.

Dolar melayang naik terhadap enam mata uang utama karena investor sedang mencermati keputusan tiga bank sentral di Eropa: Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Turki yang diharapkan menaikkan suku bunga untuk mengatasi tekanan terhadap lira Turki.

ECB dan Bank of England diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga. Bank Sentral Inggris kemungkinan baru menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Sementara, ECB bakal mengumumkan pengurangan stimulus moneter.

ECB akan melakukan pembelian surat-surat berharga (quantitative easing) senilai 30 miliar euro. Mulai bulan ini, ECB akan mengurangi setengahnya dan berencana mengakhiri program ini pada Desember. Namun karena tidak adanya kenaikan suku bunga hal itu tidak menarik minat para investor.

Adapun Turki meski mata uangnya terus melemah dan investor berharap kenaikan suku bunga, namun Presiden Turki Erdogan diperkirakan tetap kukuh tidak menaikkan suku bunga.

Sehingga investor masih melihat USD sebagai instrumen menarik apalagi harganya kini mulai terjangkau. Dolar AS pun kembali menjadi bintang bagi investor, sehingga indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,2% menjadi 94,93, melepas diri dari titik terendah mereka belakangan ini.

EquityWorld Futures