4
EquityWorld Futures – Bank Indonesia (BI) memandang nilai tukar rupiah saat ini masih berada pada fundamentalnya, meskipun di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Hal itu diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo disela-sela acara pertemuan internasional IMF-WB 2018

“Kita masih lihat pergerakan rupiah secara dinamis terjadi di pasar. Itu tetap dalam batas fundamental kita,”

Tekanan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini sedikit mereda. Kurs dolar AS pagi ini berada di Rp 15.230. Kemarin dolar AS nyaris Rp 15.300

Dolar AS pada hari ini bergerak dari level Rp 15.213 hingga 15.274.

Dody mengungkapkan, Bank sentral tidak akan diam melihat dinamika nilai tukar rupiah ini. Otoritas moneter pun sudah menyiapkan jurus.

“Kita lakukan secara kombinasi dari optimalisasi dengan cadev dan gradual depreciaton. Jadi kita lakukan,”

Dody mengaku, fenomena nilai tukar dolar AS ini juga disebut sebagai super dolar. Di mana, banyak investor yang memilih mata uang negeri Paman Sam karena lebih aman saat ketidakpastian global masih terjadi.

“Super dolar kita melihatnya. Inilah hebatnya super dolar. Dalam kondisi negaranya maju, semua memilih dolar. Dalam kondisi negaranya melemah, orang kemudian lari lari. Jadi dalam hitungan, sepanjang trade war berlangsung orang masih melihat safe haven masih di luar.”

EquityWorld Futures