1
EquityWorld Futures – Setelah meriang di akhir Agustus hingga awal September, rupiah membaik pada penutupan perdagangan di pasar spot. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terapresiasi 45 poin atau 0,30% ke Rp14.893 per USD.

Pada perdagangan pagi tadi, rupiah di indeks Bloomberg dibuka naik tajam 63 poin atau 0,42% ke level Rp14.875 per USD. Kemarin ditutup jatuh ke Rp14.938 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.875-Rp14.905 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada Kamis petang ini, ditutup menguat 42 poin atau 0,28% menjadi Rp14.888 per USD, berbanding Rabu lalu di Rp14.930 per USD. Hari ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp14.847-Rp14.930 per USD.

Rupiah mencatat kenaikan terbesar di Asia sepanjang perdagangan hari ini seiring rencana Bank Indonesia (BI) yang akan kembali menaikkan suku binga acuan. Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rabu kemarin, menyatakan BI akan mengambil langkah-langkah pre-emptive demi mengatasi pelemahan rupiah.

Rupiah mendapat angin juga disebabkan faktor eksternal, yakni menguatnya poundsterling Inggris setelah Jerman menerima perjanjian hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa untuk mendapatkan kesepakatan Brexit.

Hasil di atas membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama diredam ke level 95,110 pada pukul 08:00 GMT. Poundsterling Inggris naik 0,1% menjadi USD1,293 per GBP.

“Dolar AS tertekan oleh pound karena kabar terbaru dari Brexit. Dan itu mendorong kenaikan kembali mata uang Eropa lainnya seperti euro dan franc Swiss saat ini. Tapi berapa lama itu akan bertahan, masih harus dilihat.”

EquityWorld Futures