1
EquityWorld Futures – Laju inflasi tahun ini diperkirakan bakal melewati target yang dipasang dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang diajukan oleh pemerintah. Alasannya, tantangan ekonomi Indonesia akan cukup berat di tahun 2019 dengan menetapkan inflasi pada level 3,5%.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, bahwa inflasi tahun 2019 diprediksi akan melebihi target dalam APBN. Artinya, inflasi akan meleset dari ekspetasi yang diharapkan pemerintah Indonesia.

“Tahun 2019 prediksi inflasi 3,5% sedikit lebih tinggi dari realisasi 2018. Faktornya harga minyak relatif rendah,”

Lebih lanjut, Ia menyarankan agar subsidi BBM dan listrik kemungkinan perlu dijaga selama Pemilu. Pasalnya, akan ada kenaikan harga yang bakal menyumbang cukup besar terhadap inflasi. “Dari harga pangan perlu lebih dicermati karena ada faktor anomali cuaca, dan pelemahan kurs yang sebabkan imported inflation,”

Sebelumnya postur APBN 2019 yang diajukan oleh pemerintah telah mendapatkan persetujuan tentang asumsi, belanja dan transfer ke daerah pada RAPBN 2019. Pertumbuhan ekonomi di tahun depan ditargetkan sebesar 5,3%.

Begitu juga dengan inflasi yang sebesar 3,5%, tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan sebesar 5,3%, harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 70 per barel, dan lifting gas 1,25 juta barel setara minyak per hari.

Sementara nilai tukar rupiah mengalami perubahan menjadi Rp15.000/USD dari sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2019 sebesar Rp14.400/USD. Lifting minyak juga mengalami perubahan menjadi 775.000 barel per hari dari sebelumnya 750.000 ribu barel per hari.

EquityWorld Futures