1
EquityWorld Futures – Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China belakangan ini, menurut Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu sentimen positif bagi pergerakan rupiah. Seperti diketahui China dan AS telah mencapai kata sepakat untuk genjatan senjata antar kedua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

“Ada faktor global positif, seperti meredanya ketegangan Amerika Serikat dan China. Kita terus memantau terkait langkah solusi ketegangan lanjutan yang meredakan premi risiko di pasar keuangan global,”

Lebih lanjut, Ia memperkirakan ekonomi China bakal melambat serta pasar keuangan di Indonesia bakal menguat serta nilai tukar rupiah kedepannya. “Memang perkiraan ekonomi China tumbuh 6,5% lebih rendah dibandingkan tahun lalu 6,6% dan cenderung melambat,”

Mencairnya ketegangan antara AS dan China diyakini akan membuat nilai tukar rupiah lebih stabil. Meski bayang-bayang ketidakpastian ekonomi dunia masih akan ada di 2019 ini. ‎

“Berbagai kondisi di eksternal ini kenapa kami melihat rupiah akan lebih stabil dan lebih cenderung menguat karena ketidakpastian ekonomi dan keuangan global di 2018 memang masih berlanjut di 2019, tetapi tidak setinggi di 2018 dan akhirnya akan memberikan faktor positif bagi nilai tukar ke depan.”

EquityWorld Futures