PT Equityworld Futures : Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Naik

PT Equityworld Futures : Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Naik
PT Equityworld Futures : Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Naik

Equityworld Futures – Harga emas menarik minat permintaan safe haven dan emas bergerak naik di Asia di kala bursa saham global mengalami kemunduran.

Emas berjangka untuk penyerahan Desember, berdasar data Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX), meningkat 0,2% ke $1.530,95.

Kurva yield terbalik disebut sebagai faktor yang mendorong investor menjauh dari aset risiko seperti saham-saham dan masuk ke logam safe haven ini.

Bursa global kembali jatuh setelah yield obligasi AS bertenor 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sementara itu imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman dan OAT 10 tahun Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif.

“Tiga kali terakhir (kurva yield terbalik), resesi AS segera menyusul,” analis pasar global Investing.com Jesse Cohen mencatat.

Yield yang rendah menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang untuk memiliki logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Sementara itu, kerusuhan politik di Hong Kong juga berkontribusi pada kenaikan emas. Setelah berbulan-bulan aksi unjuk rasa terhadap RUU ekstradisi yang diajukan melanda kota, beberapa perusahaan Cina kini mempertimbangkan kembali pengumpulan dana di Hong Kong, menurut Bloomberg. Satu perusahaan membatalkan rencana IPO senilai $500 juta di Hong Kong, sementara itu setidaknya dua perusahaan lain sedang mempertimbangkan langkah yang sama, artikel tersebut melaporkan yang mengutip dua bankir senior dalam kesepakatan itu.

Presiden AS Donald Trump menulis dalam tweet semalam bahwa ia ingin mengadakan “pertemuan pribadi” dengan rekannya Xi Jinping untuk membahas krisis Hong Kong yang sedang berlangsung, dan menyatakan kesepakatan dagang harus dilakukan setelah Cina “bekerja secara manusiawi dengan Hong Kong.”

Dalam berita lain, Reuters melaporkan dengan mengutip sumber industri bahwa Cina telah membatasi impor emas pada bulan Mei sekitar 300-500 ton dibandingkan dengan tahun lalu. Cina mengimpor sekitar sepertiga dari total pasokan dunia dan membeli sekitar 1.500 ton logam tahun lalu, Reuters melaporkan yang dikutip dari data Kepabeanan Cina.

Emas berjangka untuk penyerahan Desember, berdasar data Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX), meningkat 0,2% ke $1.530,95.

Kurva yield terbalik disebut sebagai faktor yang mendorong investor menjauh dari aset risiko seperti saham-saham dan masuk ke logam safe haven ini.

Bursa global kembali jatuh setelah yield obligasi AS bertenor 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sementara itu imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman dan OAT 10 tahun Prancis menandai rekor terendah baru di wilayah negatif.

“Tiga kali terakhir (kurva yield terbalik), resesi AS segera menyusul,”

Yield yang rendah menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang untuk memiliki logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Sementara itu, kerusuhan politik di Hong Kong juga berkontribusi pada kenaikan emas. Setelah berbulan-bulan aksi unjuk rasa terhadap RUU ekstradisi yang diajukan melanda kota, beberapa perusahaan Cina kini mempertimbangkan kembali pengumpulan dana di Hong Kong, menurut Bloomberg. Satu perusahaan membatalkan rencana IPO senilai $500 juta di Hong Kong, sementara itu setidaknya dua perusahaan lain sedang mempertimbangkan langkah yang sama, artikel tersebut melaporkan yang mengutip dua bankir senior dalam kesepakatan itu.

Presiden AS Donald Trump menulis dalam tweet semalam bahwa ia ingin mengadakan “pertemuan pribadi” dengan rekannya Xi Jinping untuk membahas krisis Hong Kong yang sedang berlangsung, dan menyatakan kesepakatan dagang harus dilakukan setelah Cina “bekerja secara manusiawi dengan Hong Kong.”

Dalam berita lain, Reuters melaporkan dengan mengutip sumber industri bahwa Cina telah membatasi impor emas pada bulan Mei sekitar 300-500 ton dibandingkan dengan tahun lalu. Cina mengimpor sekitar sepertiga dari total pasokan dunia dan membeli sekitar 1.500 ton logam tahun lalu, Reuters melaporkan yang dikutip dari data Kepabeanan Cina.

 

 

Equityworld Futures