1
EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir sesi perdagangan, ditutup masih lesu untuk melanjutkan tren pelemahan sejak pembukaan pagi tadi. Mata uang Garuda sulit keluar dari tekanan dengan masih berada di kisaran level Rp15.220/USD saat dolar justru berdiri kokoh.

Rupiah di sesi perdagangan sore masih tertekan pada level Rp15.220/USD dibandingkan sebelumnya Rp15.214/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp15.200 hingga Rp15.227/USD.

Rupiah hingga sesi akhir masih sulit keluar dari zona merah dengan berada pada level Rp15.220/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah terus berada di wilayah negatif dibanding penutupan akhir pekan kemarin.

Rupiah tergelincir menjadi Rp15.222/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dibandingkan Jumat kemarin Rp15.216/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp15.212-Rp15.230/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pelemahan di level Rp15.218/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah gagal melawan balik USD dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp15.207/USD.

Dollar berdiri kokoh saat ekuitas jatuh, dimana sentimen global masih rapuh. Dolar terpantau naik menuju level tertinggi 10 pekan terhadap enam mata uang utama lainnya pada Senin karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global merembes ke pasar.

Saham di dunia telah dijual pada bulan Oktober, dilanda kekhawatiran atas pendapatan perusahaan dan ketidakpastian geopolitik. Itu telah mengangkat dolar atau mata uang yang biasanya berkinerja baik dalam periode risk-off tetapi mata uang hanya menguat secara moderat.

Indeks dolar naik 0,2% menjadi 96,517 setelah meningkat 0,7% pekan lalu ketika mencapai posisi terbaiknya dalam sepuluh bulan. Tarif tinggi bea masuk yang dikenakan oleh Amerika Serikat dan China juga telah mengangkat dolar. Pasar berasumsi bahwa sementara ekonomi AS akan terpukul oleh perdagangan yang berkurang, itu akan lebih sedikit merugikan daripada mitra dagangnya.

Mata uang safe-haven yakni Yen Jepang mendapat keuntungan dari aksi jual secara global terkait aset berisiko karena investor melepas carry trade exposures. Terpantau Yen Jepang meningkat 0,6% minggu lalu dan pada hari Senin diperdagangkan datar di posisi 111,96 terhadap dolar.

EquityWorld Futures