1
EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Tergelincir ke zona merah, setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Tren pelemahan mata uang Garuda mengiringi kebangkitan Poundsterling setelah sempat merosot terimbas penundaan pemungutan suara terkait Brexit.

Rupiah masih tak berdaya saat menghadapi USD untuk kemudian bertengger pada posisi Rp14.595/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.550/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari kedua pekan ini berada di kisaran level Rp14.580 hingga Rp14.650/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange jatuh cukup dalam ke level Rp14.607/USD dibandingkan sesi awal pekan kemarin Rp14.553/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.605-Rp14.655/USD.

Rupiah juga masih tertekan untuk semakin terperosok ke zona merah di level Rp14.635/USD. Rupiah menunjukkan masih rentan saat hadapi USD ketika kemarin menjadi Rp14.550/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah menjelang akhir tahun menunjukkan penyusutan menjadi Rp14.613/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.517/USD.

Poundsterling bangkit dari posisi terendah 20-bulan pada sesi awal, menyusul langkah Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menunda pemungutan suara soal kesepakatan Brexit.

Dengan adanya pelemahan dolar mendorong beberapa pedagang untuk membeli pound. Usai sempat ambruk, Pound diperdagangkan pada posisi 1,2621 terhadap USD, naik setengah persen pada hari ini setelah jatuh 1,5% pada awal pekan kemarin.

EquityWorld Futures