1
EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan sesi I, terjun bebas ke zona merah, usai semakin terpuruk hingga tembus level Rp15.204/USD. Ambruknya mata uang Indonesia mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru naik tipis untuk menjaga tren positif.

Rupiah hingga perdagangan sesi I meluncur tajam ke posisi Rp15.240/USD atau jatuh sangat dalam dari sesi pagi dan posisi penutupan sebelumnya Rp15.175/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp15.175 hingga Rp15.245/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini tertahan di level Rp15.232/USD atau memburuk dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp15.183/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp15.188-Rp15.232/USD.

Rupiah pada perdagangan siang ini terkapar menjadi Rp15.244/USD. Rupiah terus menunjukkan pelemahan terdalam ketika tadi pagi juga merosot.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terlihat tertahan dalam tren negatif di level Rp15.193/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah ambruk dari posisi sebelumnya Rp15.182/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini menguat tipis dengan tambahan 22,20 poin atau 0,39% menjadi 5.754,13 setelah pada sesi pembukaan pagi tadi meningkat ke posisi 5.763,16 lewat kenaikan 0,545%. Posisi tersebut masih terlihat lebih baik dibandingkan penutupan, kemarin yang terpaku di 5.731,93

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,39 triliun dengan 8,07 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp324,91 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp807,25 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp482,33 miliar. Tercatat 176 saham naik, 178 saham turun dan 138 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam, Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) serta PT Arkadia Digital Media Tbk.

EquityWorld Futures