1
EquityWorld Futures – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD)semakin tertekan di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat rupiah dibuka melemah 23 poin ke level Rp15.065 per USD, berbanding penutupan Selasa di Rp15.042 per USD. Laju rupiah semakin tergerus sebesar 40 poin atau 0,27% menjadi Rp15.082 per USD pada pukul 10.32 WIB.

Dimana mata uang NKRI terdepresiasi 35 poin atau 0,23% menjadi Rp15.075 per USD, berbanding Rp15.040 per USD pada Selasa kemarin.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Rabu ini berada di level Rp15.088 per USD, melemah 100 poin dibandingkan Selasa kemarin di Rp14.988 per USD.

Rupiah pada hari ini semakin terpukul oleh dolar AS yang terus berlari meninggalkan rekan-rekan mata uang lainnya, imbas kekhawatiran investor atas rencana anggaran Italia yang mengguncang sentimen pasar sehingga membebani euro.

Greenback–julukan dolar AS–naik karena euro merosot setelah anggota parlemen senior Italia mengatakan sebagian besar masalah negara akan bisa diselesaikan jika Italia kembali ke mata uang nasional sendiri, yaitu lira. Itu membuat sentimen risiko investasi di pasar sehingga meningkatkan permintaan atas dolar AS sebagai safe haven asset.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama pun menguat ke level 95,468, setelah semalam naik tinggi mencapai 95,774, level tertinggi sejak 4 September 2018. Euro pun mundur menjadi USD1,1550 di perdagangan Asia.

Yen Jepang mata uang safe haven lainnya juga menguat terhadap euro. Mereka juga menguat terhadap dolar AS di level 113,62, setelah pada Senin berada di level 114,06.

Indeks USD telah maju sekira 1,4% dalam sepekan ini, ketika Federal Reserve menaikkan kembali suku bunga. Laju dolar diperkirakan akan menguat seiring data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada Jumat pekan ini.

EquityWorld Futures