1
EquityWorld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan tren kenaikan pada penutupan perdagangan. Mata uang NKRI di indeks Bloomberg, ditutup perkasa 51 poin atau 0,35% ke level Rp14.539 per USD, dibanding penutupan kemarin di Rp14.590 per USD.

Awal perdagangan, rupiah memang sempat melesu 70 poin atau 0,48% ke level Rp14.660 per USD, seiring laju IHSG. Namun rupiah akhirnya berhasil melakukan reli. Kamis ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.473-Rp14.669 per USD.

Penguatan rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Kamis petang ini. Mata uang Garuda berkibar 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.540 per USD, melawan penutupan Rabu lalu di Rp14.575. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.530-Rp14.760 per USD.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah karena pemerintah dan Bank Indonesia terus berkoordinasi untuk selalu hadir untuk menjaga finansial ekonomi, dimana arus masuk dana ke pasar uang dalam negeri terus meningkat.

Sementara dari luar negeri, pasca Pemilu Sela di Amerika Serikat yang membelah Parlemen, dimana Partai Demokrat menguasai DPR dan Partai Republik tetap mempertahankan suara di Senat, membuat dolar AS kini berharap kepada pertemuan The Fed.

Dolar AS diperdagangkan pada kisaran sempit setelah hasil Pemilu Sela. Kini, pasar fokus pada keputusan kebijakan Federal Reserve. Federal Open Market Committee (FOMC) diharapkan mempertahankan kebijakan hawkish untuk mendongkrak dolar.

“Dolar saat ini mengharapkan The Fed mempertahankan sikap hawkishnya untuk menaikkan suku bunga. Ekonomi AS membutuhkan kenaikan suku bunga saat upah terus melaju agar inflasi tetap sesuai target,”

Hari ini, indeks USD terhadap enam mata uang utama diperdagangkan naik 0,23% menjadi 96,22. Dolar menguat 0,14% melawan yen menjadi 113,66. Euro diperdagangkan pada USD1,1429 dan poundsterling Inggris diperdagangkan menjadi USD1,3124, setelah mengambil untung 3,36% selama sepekan terakhir. Karena investor merasa bahwa perjanjian Brexit sudah mendekati final.

EquityWorld Futures