PT Equityworld Samarinda – Dolar melanjutkan tren penurunannya di Asia pada hari Selasa pagi, dengan indeks dolar A.S. turun di bawah angka 90 karena kekhawatiran atas perang dagang potensial yang disebabkan oleh tarif A.S. yang baru untuk baja dan aluminium impor yang memudar.

Investor juga melihat ke depan untuk data inflasi A.S. dalam waktu semalam di Asia untuk mengetahui seberapa cepat Federal Reserve A.S. dapat menaikkan suku bunga.

PT Equityworld Samarinda : Indeks dolar A.S. yang mengukur mata uangnya terhadap sekeranjang enam mata uang utama tergelincir 0,01% menjadi 89,88 pada pukul 10:58 pm ET.

Mata juga akan menggunakan data Indeks Harga Konsumen Inti Amerika Serikat (IHK) bulan ke bulan untuk petunjuk inflasi A.S. Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan akan memberi greenback sebuah lift dan memberi pasar beberapa petunjuk tentang bagaimana Fed bisa bereaksi.

Pasangan USD / JPY diperdagangkan 0,01% lebih rendah pada 106,40. Skandal politik di Jepang yang melibatkan Menteri Keuangan Taro Aso juga mendapat perhatian hari ini. Aso terlibat dalam sebuah skandal yang melibatkan beberapa dokumen yang berubah terkait dengan penjualan tanah publik dengan diskon besar kepada seorang operator sekolah yang terkait dengan istri Perdana Menteri Shinzo Abe. Meski mendapat tekanan publik, Aso mengatakan dia tidak berniat mengundurkan diri.

Pasar juga menanti Rabu, ketika Bank of Japan juga akan merilis beberapa menit pertemuan kebijakan moneter terakhirnya.

Pasangan AUD / USD diperdagangkan 0,13% lebih tinggi pada 0,7883. Aussie mendapat dorongan sederhana dari data Survei Bisnis Februari Bank Nasional Australia (NAB) yang optimis yang berada di posisi 21 dibandingkan 19 sebelumnya, meskipun kepercayaan bisnis sedikit meluncur dari 12 menjadi 9.

PT Equityworld Samarinda : Di tempat lain, People’s Bank of China menetapkan tingkat koreksi yuan terhadap dolar di 6,3218 melawan hari Jumat 6,3333. Pasangan USD / CNY dikutip di 6.3227, turun 0,09%.