PT Equityworld Futures Samarinda – Harga minyak naik di atas $ 70 per barel pada Senin pagi di Asia untuk pertama kalinya sejak November 2014, karena kemungkinan sanksi Iran dan krisis ekonomi yang semakin dalam di Venezuela mengancam akan mengganggu pasokan minyak.

Minyak mentah WTI Futures untuk pengiriman Juni diperdagangkan pada $ 70,40 per barel pada pukul 11:30 ET (03:30 GMT), naik 0,98%. Minyak mentah brent untuk pengiriman Juli, diperdagangkan di London, naik 1,10% pada $ 75,69 per barel.

Pasar minyak tetap tajam sejak Iran mengambil sikap keras dalam tanggapannya terhadap AS terkait kesepakatan nuklir 2015 yang akan berakhir pada 12 Mei.

Presiden AS Donald Trump akan memutuskan pada saat itu apakah akan menjauh dari kesepakatan dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Tehran, yang kemungkinan akan menghasilkan pengurangan ekspor minyak dan memperketat pasokan global. Iran adalah produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

PT Equityworld Samarinda : Shanghai Crude Oil WTI Futures untuk pengiriman September naik 3,10% pada 459,30 yuan ($ 72,35) per barel.

Iran melanjutkan kembali perannya sebagai pengekspor minyak utama pada Januari 2016 ketika sanksi internasional terhadap Teheran dicabut sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran. Ekspor minyak Iran mencapai 2,6 juta barel per hari (bpd) pada bulan April, sebuah rekor sejak pencabutan sanksi, dengan China dan India membeli lebih dari setengah minyak Iran.

Pedagang juga khawatir bahwa krisis ekonomi yang semakin dalam di eksportir minyak utama Venezuela akan merugikan produksi dan ekspor lebih lanjut.

Produksi minyak Venezuela telah jatuh 40% dalam dua tahun akibat gejolak politik dan ekonomi. Output telah berkurang separuh sejak awal tahun 2000 menjadi hanya 1,5 juta barel per hari, karena negara Amerika Selatan telah gagal berinvestasi cukup untuk mempertahankan industri petroleumnya.

Selain ketidakpastian geopolitik, latar belakang pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC dan permintaan global yang kuat terus menopang harga.

Beberapa pedagang menjadi berhati-hati tentang harga minyak yang semakin tinggi.

 

Berita di edit oleh PT Equityworld Futures Samarinda