Beijing (ANTARA News) – Antusiasme untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata tidak hanya datang dari kalangan masyarakat Indonesia di dalam negeri namun juga muncul dari para pemimpin negara, media asing serta masyarakat Indonesia di luar negeri.

Dalam kunjungan kerja pertama Presiden Jokowi ke luar negeri di Beijing, Tiongkok, untuk menghadiri pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), kepala-kepala pemerintahan negara adidaya ternyata antre untuk bertemu Presiden Jokowi.

“Konstitusi kita menyatakan bebas aktif jadi saya sendiri mencari kawan juga boleh dong. Mau di sini, di sini, dan kawan sebanyak-banyaknya,” kata Presiden, Senin malam.

Hingga hari ketiga kunjungan kerjanya di negeri tirai bambu itu, Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan bilateral dengan antara lain Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Keqiang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

“Ada kepentingan-kepentingan mereka. Tentu saja kalau kita melihat adalah kepentingan untuk mencari kawan,” katanya.

Namun ia mengatakan semua hubungan tersebut tetap harus menomorsatukan kepentingan rakyat dan kepentingan nasional Indonesia.

Sementara itu sumber di KBRI Beijing mengatakan bahwa permintaan untuk wawancara Presiden Jokowi terus mengalir.

Antusiasme lain juga tampak diberikan oleh para pemimpin perusahaan yang mengikuti CEO Summit. Seusai Presiden Jokowi memaparkan presentasinya tentang potensi investasi di Indonesia, puluhan CEO telah mengerumuninya untuk berbincang atau berfoto.

Tidak sedikit bahkan yang mengajak Presiden Jokowi untuk melakukan “selfie” (self-potrait).

Sepulangnya Presiden Jokowi dari mengikuti jamuan santap malam APEC dengan tuan rumah Presiden Xi Jinping, puluhan warga negara Indonesia di Beijing juga telah menantinya di lobi hotel. Beberapa diantaranya adalah para diaspora Indonesia yang telah berusia lanjut.

Kepala Negara melakukan kunjungan kerja selama empat hari, 8-11 November, di Beijing. Seusai menyelesaikan kunjungan kerjanya di Beijing, sebagaimana sebagian besar pemimpin ekonomi peserta APEC, Presiden dijadwalkan bertolak menuju Myanmar untuk mengikuti pertemuan puncak ASEAN dan Asia Timur.

Kunjungan kerja itu dilakukan kurang dari tiga pekan setelah Presiden Jokowi dilantik pada 20 Oktober.

Editor: B Kunto Wibisono