Havana (ANTARA News) – Presiden Kuba Raul Castro mengatakan, Rabu, Kuba telah setuju untuk menjalin kembali hubungan diplomatiknya dengan musuh Perang Dingin negara itu, Amerika Serikat, setelah pertukaran tahanan yang dilakukan kedua negara membuka jalan bagi terobosan bersejarah.

“Kami telah sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik setelah lebih dari setengah abad,” katanya saat menyampaikan pidato yang disiarkan secara nasional, lapor AFP.

Namun, ia menambahkan bahwa masalah pemecah belah, yakni embargo perdagangan yang diterapkan AS dan disebut Castro sebagai “pemblokiran”, itu masih belum dapat selesaikan.  (T008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014