Equityworld Futures – Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk memotong tingkat suku bunga Australia ke level rendah pada hari Selasa (02/Agustus) ini, dalam upaya untuk melawan disinflasi dan mendukung pasar tenaga kerja yang terhambat oleh tingginya akan tenaga kerja paruh waktu serta pengangguran.

glenn_stevens

Gubernur RBA, Glenn Stevens, beserta jajarannya di bank sentral tersebut menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin ke angka 1.5 persen dari 1.75 persen sesuai dengan prediksi 20 dari 25 ekonom yang disurvei olehBloomberg dan pertaruhan pasar.

Pernyataan RBA

Ekonomi global sedang tumbuh dalam laju yang lebih rendah daripada rata-rata. Sejumlah negara ekonomi maju telah mencatat peningkatan kondisi dalam beberapa tahun terakhir, namun malah menjadi lebih sulit bagi beberapa negara berkembang.

Tindakan yang diambil oleh pembuat kebijakan China mendukung outlook pertumbuhan jangka pendek, namun menunjukkan bahwa laju pertumbuhan China hanya dalam rentang yang sedang, demikian pernyataan Gubernur RBA dalam rilis kebijakan moneter untuk media bulan Juli ini.

Harga komoditas, lanjut Stevens, berada di atas level rendah terbaru. Akan tetapi, hal ini menyusul penurunan substansial dalam beberapa tahun terakhir. Sektor perdagangan Australia masih lebih rendah daripada rata-rata sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

Hilangnya Momentum Pasar Tenaga Kerja Australia

Pertumbuhan harga konsumen utama Australia melambat ke level rendah 17 tahun pada kuartal lalu, merefleksikan perolehan upah yang stagnan dan lemahnya dorongan harga global untuk naik. “Pemotongan tersebut merefleksikan bahwa inflasi akan tetap dalam level yang rendah dan pasar tenaga kerja telah kehilangan momentumnya tahun ini,” kata Felicity Emmett, Kepala Australian economics at Australia & New Zealand Banking Group Ltd. sebelum pernyataan resmi RBA diumumkan.

Merespon pemotongan suku bunga RBA ini, AUD/USD turun sekitar 0.25 persen ke level 0.7512 dari sebelumnya pada posisi 0.7537, yang juga merupakan level rendah harian. Penurunan Dolar Australia tak terlalu signifikan karena keputasn RBA ini sudah diantisipasi oleh pasar. AUD/USD sempat menusuk level 0.7487, level yang tercapai pada tanggal 27 Juli lalu saat data CPI Australia diumumkan. – Equity world Futures