Data perekonomian dari Amerika Serikat malam tadi cukup meramaikan pergerakan harga di pasar forex. Dua data yang paling diperhatikan, yaitu inflasi dan survey Philly Fed, dilaporkan meraih angka yang lebih tinggi daripada ekspektasi. Namun, Dolar AS justru masih bereaksi bearish.

Penyebabnya adalah kekhawatiran terhadap risiko yang terlanjur menyebarluas terlebih dahulu akibat aksi jual di pasar ekuitas AS. Akibatnya, yield obligasi pemerintah AS pun menurun drastis dan Dolar pun tumbang. Dampaknya, pair-pair seperti USD/JPY dan USD/CHF pun mengalami penurunan di awal sesi Amerika malam tadi.

USD/JPY menurun sebanyak 0.75% menguji area 101.30 dari levelnya di Sesi Eropa kemarin. Kemudian, pair tersebut akhirnya menghuni area 101.50. Pair USD/CHF harus rela kembali turun setelah menduduki puncak akibat santernya spekulasi terhadap kebijakan Bank Sentral Swiss. Sedangkan Euro tertolong oleh lemahnya USD, sehingga pair EUR/USD berhasil memantul kembali dari 1.3650 ke area 1.3706.

Sesi Asia Nantikan Data Jepang
Untuk sesi Asia pagi ini ada rilis data produksi industri dan kapasitas peralatan dari Jepang yang akan dirilis tengah hari nanti. Pada dasarnya data tersebut bukanlah penggerak pasar yang utama, namun cukup bisa menggerakkan volatilitas mengingat data-data ekonomi Jepang sebelumnya cukup mengejutkan.