Rilis Data CPI China | Equityworld Futures – Harga emas hari Kamis (09/06) di sesi perdagangan Asia terpantau naik setelah adanya rilis data survei JOLTS dan CPI di negara China. Saat berita ini ditulis XAU/USD berada di level harga tinggi dan diperdagangkan di kisaran level harga 1,261 dolar AS.

Harga emas naik

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, emas futures untuk pengiriman bulan Agustus naik sebesar 0.17 persen menjadi 1,264 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Juli menanjak 1.03 persen menjadi 17.16 dolar AS per troy ons dan tembaga futures untuk pengiriman bulan Juli mengalami kenaikan 0.41 persen menjadi 2.070 dolar AS per pound.

Rilis Data CPI China
Negara China merupakan konsumen terbesar di dunia logam mulia emas dan merupakan negara importer kedua emas terbesar setelah India. Oleh karenanya, rilis data di negara tersebut juga bisa mempengaruhi harga emas.

Adapun rilis data terbaru di China yang menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) untuk bulan Mei secara YoY turun menjadi 2.0 persen dibawah prediksi dan data sebelumnya yang sebesar 2.3 persen. Selain itu, CPI bulan Mei secara bulanan juga mengalami penurunan menjadi -0.5 persen dari sebelumnya -0.2 persen. Akan tetapi, penurunan tidak terjadi pada Producer Price Index (PPI) naik ke -2.8 persen dari sebelumnya -3.4 persen.

Hasil Survei JOLTS
Sementara itu, pada sesi perdagangan hari Rabu malam kemarin, harga emas mengalami peningkatan tajam seiring dengan data terkait dengan ketenagakerjaan di AS bulan April yang menurun. Hal ini mendorong dolar AS melemah dan kemungkinan bisa mempengaruhi kenaikan suku bunga AS oleh the Fed.

Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat menyatakan dalam survei JOLTS bahwa tingkat perekrutan tenaga kerja bulan April menurun 3.5 persen dari 3.7 persen di bulan Maret, level terendah sejak bulan Agustus tahun 2014. Sementara itu, jumlah lapangan pekerjaan baru di AS naik sebesar 118,000 menjadi 5.79 juta, jumlah tertinggi dalam 11 bulan. Oleh karena itu, tingkat lapangan pekerjaan baru mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen sampai 3.9 persen.

Kurang membaiknya tingkat perekrutan tenaga kerja di AS bisa jadi dipicu oleh laporan data NFP pekan lalu. Data NFP untuk bulan Mei hanya bertambah 38,000, jumlah yang paling sedikit dalam kurun waktu enam tahun. Jebloknya NFP AS tersebut sangat mengejutkan pasar karena prediksi sebelumnya memperkirakan bahwa NFP AS akan mengalami kenaikan sebesar 158,000.

Komentar Dan Pernyataan Janet Yellen
Namun pada hari Senin lalu, Janet Yellen dalam pidatonya berusaha untuk menenangkan pasar agar tidak terlalu berfokus pada satu rilis laporan data saja. Selain itu Yellen juga meyakinkan para pelaku pasar bahwa the Fed kemungkinan masih akan melanjutkan rencana kenaikan suku bunga.

Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap adanya kenaikan suku bunga AS, harga emas akan cenderung menurun (bearish) dan akan membuat logam mulia tersebut bersaing ketat denga aset berimbal balik bunga. – Rilis Data CPI China | Equity world Futures