Roger Federer juarai Brisbane International

Brisbane (ANTARA News) – Roger Federer meraih kemenangan ke-1.000nya di level tur dengan penampilan meyakinkan pada Minggu, ketika ia mengalahkan petenis Kanada, Milos Raonic, dengan pertarungan tiga set untuk menjuarai Brisbane International.

Federer dipaksa menerima sejumlah pukulan dan serve keras dari petenis 24 tahun itu sebelum menang 6-4, 6-7 (2/7), 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung dalam waktu dua jam 13 menit di Pat Rafter Arena.

Karir cemerlang Federer kini mencakup 83 gelar tunggal, termasuk 17 gelar Grand Slam, sejak kemenangan pertamanya atas petenis Prancis Guillaume Raoux di Toulouse pada 1998.

Ia berada di urutan ketiga dalam daftar pemenang terbanyak sepanjang masa, di bawah Jimmy Connors (1.253) dan Ivan Lendl (1.071).

Petenis 33 tahun itu diberikan trofi Brisbane International oleh Roy Emerson, yang mendapatkan penghargaa istimewa untuk kemenangan ke-1.000nya oleh Rod Laver.

“Untuk mendapatkan kemenangan ke-1.000 di depan dua sosok hebat seperti Anda, merupakan hal yang sangat berarti bagi saya,” kata Federer.

“Saya tidak akan pernah melupakan momen ini,” tambah dia.

Bagaimanapun, Raonic bermain cukup baik dalam kurun waktu panjang selama set kedua dan ketiga yang terlihat akan menjadi tolok ukur sampai Australia Terbuka yang akan dimulai pada pekan depan.

Namun saat melakukan servis pada kedudukan 4-5 di set ketiga petenis Kanada itu merosot penampilannya, kesalahan ganda membuat Federer mendapatkan championship point, sebelum pukulan forehand ke net mengakhiri pertandingan.

Raonic merupakan salah satu pemilik servis terkeras namun pada final servis-servis milik Federer mengunggulinya, di mana Federer mencatatkan 20 ace sedangkan Raonic hanya mendulang 12 ace.

Federer memulai dengan kuat dan menekan Raonic, mengambil keuntungan dari selang game service kedua petenis Kanada itu untuk mengamankan satu-satunya break pada set pertama.

Unggulan teratas itu mematahkan service game Raonic pada awal set kedua kemudian menguasai kedudukan untuk unggul 2-0, taktiknya berjalan lancar untuk menahan gempuran pukulan servis petenis Kanada tersebut.

Namun Raonic mulai menemukan rentang pukulannya dengan ia melepaskan sejumlah pukulan keras mendatar (groundstroke), dan mencoba menguasai permainan ketika ia balas mematahkan service game Federer pada dua game berikutnya.

Federer unggul 2-0 pada kedudukan tiebreak. Namun Raonic memenangi tujuh angka selanjutnya untuk menyamakan kedudukan dengan masing-masing petenis memenangi satu set, berkat serangkaian pukulan keras mendatar dari bagian belakang dan beberapa servis brilian.

Raonic membawa momentum itu menuju set ketiga, namun Federer mampu mengatasi tekanan dan kemudian mulai menyerang.

Federer mendapatkan dua break point pada game keempat, dan Raonic dua break point pada game kelima, namun tidak satupun yang mampu mengonversinya.

Federer mendapat dua peluang lagi untuk mematahkan service game Raonic selanjutnya, namun kembali petenis Kanada itu mampu menahan dengan serangkaian servis yang memiliki kecepatan 220 kilometer/jam.

Bagaimanapun, ketika pertandingan terlihat akan dilanjutkan dengan tiebreak, Raonic gagal menjaga konsistensi dan Federer menjadi juara.

(H-RF)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2015