Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 18 poin menjadi Rp13.114 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.096 per dolar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa nilai tukar rupiah bergerak konsolidasi cenderung melemah terhadap dolar AS di tengah antisipasi realisasi kebijakan pemerintah mengenai amnesti pajak.

“Kini pelaku pasar kembali pada realita dalam negeri terkait realisasi dan penerapan aturan-aturan dan program-program pemerintah untuk membantuk pemulihan ekonomi dalam negeri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa depresiasi mata uang domestik itu juga dipicu oleh aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri mengingat kondisi ekonomi global yang masih mengalami perlambatan

Meski begitu, lanjut dia, depresiasi rupiah terhadap dolar AS masih relatif terbatas menyusul angka cadangan devisa yang meningkat dan neraca perdagangan Indonesia yang kembali surplus.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 tercatat sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 tercatat sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 tercatat sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 tercatat sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia untuk keseluruhan triwulan II 2016 sebesar 1,94 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan I 2016 yang sebesar 1,66 miliar dolar.

Sementara itu, Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai “tax amnesty” akan menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.

“Amnesti pajak masih menjaga harapan ekonomi Indonesia untk tumbuh sesuai target di atas 5 persen,” katanya. – Equity world Futures