Rusia Setuju Pembekuan Produksi | Equityworld Futures – Sepanjang sesi New York malam ini hari Jumat (2/9), harga minyak terpantau masih bertahan di jalur penguatan harian setelah anjlok selama 4 hari beruntun sejak awal pekan. Melimpahnya persedian minyak mentah AS menjadi salah satu penyebab harga minyak enggan untuk bangkit dimana pada hari senin lalu, minyak masih berada di level 47 dollar AS per barrel dan langsung melemah tajam hingga menyentuh level terendah mingguan 43 dollar AS per barrel pada hari kamis kemarin

Harga minyak tercatat telah melemah sebanyak hampir 10 persen sepanjang minggu ini, hal itulah yang mendasarimunculnya kembali harapan akan tercapainya kesepakatan diantara produsen minyak untuk membekukan produksi guna menstabilkan harga minyak di pasar dunia. Rencana kesepakatan itu baru saja dikabarkan mendapat dukungan dari presiden Russia, Vladimir Putin yang menegaskan bahwa sudah menjadi keputusan tepat baginya untuk mendukung harga minyak supaya tidak tergelincir lebih dalam akibat melimpahnya stok di pasaran.

 

Minyak Diuntungkan Oleh Pelemahan Dollar AS

Buruknya NFP AS bulan Agustus secara tidak langsung memberi angin segar buat minyak untuk bangkit dari keterpurukan. Greenback yang melemah bisa meningkatkan permintaan minyak sehingga bisa menguat seperti yang terlihat pada sesi New York malam ini dimana minyak melambung dan sempat menyentuh harga tertinggi harian di level 44.43 dollar AS per barrel.

Meskipun minyak menguat namun secara keseluruhan, minyak hampir dipastikan bakal mencatatkan pelemahan mingguan terbesar sejak Januari 2016. Penyebabnya tidak lain disebabkan oleh banjirnya produksi minyak yang tidak diikuti oleh peningkatan permintaan. Kesepakatan antara negara produsen minyak yang tercapai pada hari ini berpotensi menaikan harga minyak hingga kembali diatas 45 dollar AS per barrel. – Rusia Setuju Pembekuan Produksi | Equity world Futures