Medan (ANTARA News) – Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho mengatakan dirinya siap untuk menggunakan mobil yang lama dan tidak ingin mobil Alphart, menyikapi instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penghematan anggaran negara.

“Saya siap mengimplementasikannya,” katanya usai diskusi publik “Guru Pahlawan Kita” yang digelar di Medan, Rabu.

Diskusi tersebut merupakan kerja sama Universitas Negeri Medan (Unimed) bekerja sama dengan Pengurus PWI Sumatera Utara.

Gatot menyebutkan, mengenai implementasi itu, sudah sering dilakukannya, dan ketika ada izin jalan-jalan ke luar negeri, dan ketika ada perjalanan dinas.

“Kalau hal itu tidak terlalu signifikan dengan pencapaian visi Provinsi Sumatera Utara, saya pastikan tidak akan pergi,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, terkait kendaraan (mobil) yang dipastikan tanggal 9 Desember 2014 semua kepala daerah bakal mendapat mobil dinas jenis Alphart.

Gatot mengatakan secara pribadi, bahwa dia masih bersedia memakai mobil dinas yang lama.

“Sekarang masih ada mobil dinas yang lama jenis Camry, masih bagus. Tolong dicatat, saya masih memakai mobil tersebut,” ucapnya.

Ketika ditanyakan mengenai rencana mobil dinas yang baru, Gatot meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan itu.

“Kalau itu sudah dianggarkan, saya akan minta untuk dievaluasi kebijakan tentang mobil dinas yang baru itu,” katanya.

Gatot menambahkan, permintaanya mengenai mobil baru itu tidak ada, dan siap untuk mengimplementasikan penghematan anggaran.

“Saya tetap siap menggunakan jenis mobil apapun yang dipersiapkan dari pemerintah,” kata Gubernur Sumut.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014