Tempat Terindikasi Lokalisasi Ditutup 1 Juni, Ini Titik yang Termonitor

Equity world futures samarinda – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dibawah kendali Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang dalam memerangi penyakit sosial dan problema keberadaan praktik prostitusi benar-benar serius.

Tindakan tegas dimaksud diimplementasikan dalam bentuk instruksi penutupan semua tempat yang disinyalir dijadikan para pekerja seks komersial sebagai wadah menjajakan diri.

“Pertama kita lakukan sosialisasi dengan melibatkan semua pihak, mulai camat, Kepolisian, Kejaksaan, dan pihak terkait lainnya bahwa (mulai) 1 Juni semua lokalisasi akan ditutup,” tegas bupati pada kegiatan Coffee Morning di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten, belum lama ini.

Ismunandar juga menginstruksikan kepada para camat agar dapat memantau seluruh warganya melalui perangkat desa guna mengantisipasi masuknya PSK yang kerap berpindah-pindah tempat.

(Baca juga: Satu per Satu Lokalisasi Ditutup, Para PSK pun Pulang Kampung)

“Tolong buatkan surat edaran kepada camat agar dapat mengimbau dan mengontrol warga barunya. Tujuannya untuk mengantisipasi perpindahan PSK dan tempat karaoke yang sering dijadikan sebagai kedok (tempat prostitusi). Dibantu Satpol PP guna mencari PSK liar seperti di hotel yang mencurigakan,” perintah Ismu.

Mantan Sekretaris Kabupaten Kutim ini berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam menyosialisasikan rencana penutupan lokalisasi di Kalimatan Timur (Kaltim) secara serentak. Termasuk di Kabupaten Kutim mulai 1 Juni 2016 mendatang, berdasarkan instruksi Gubernur Kaltim.