Equityworld Futures – Selama beberapa bulan terakhir ini telah ramai diberitakan tentang rilis uang baru, uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bank Indonesia telah berencana merilis uang NKRI  bertepatan dengan hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2014 ini. Berita tersebut sempat menimbulkan keresahan karena masyarakat yang belum memahami apa yang dimaksud dengan uang NKRI tersebut.

Uang NKRI - ilustrasi

Ciri-ciri Uang NKRI

Apa bedanya uang NKRI dengan uang yang sekarang ada dalam dompet kita? Sosialisasi bentuk uang NKRI secara resmi dikabarkan baru akan dilakukan satu minggu sebelum diluncurkan pada 17 Agustus 2014. Akan tetapi pihak Bank Indonesia telah meyakinkan bahwa bentuknya secara kasat mata tidak banyak berubah dari uang kita saat ini.

Lalu, kenapa perlu ada uang baru? Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, “Mata Uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah“. Selain itu, dalam Undang-Undang yang sama juga disebutkan bahwa pengelolaan Rupiah kini tidak hanya dilakukan oleh Bank Indonesia, melainkan juga dengan berkoordinasi dengan Pemerintah, khususnya dalam tahapan perencanaan, pencetakan, dan pemusnahan.

Rupiah lama - ilustrasi
Deskripsi mata uang dalam Undang-Undang baru tersebut kurang cocok dengan uang yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencetakan uang baru yang disebut dengan “uang NKRI”. Media massa telah mengutip luas sejumlah deskripsi uang NKRI yang disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas. Diantara deskripsi khas uang NKRI tersebut adalah:

  1. Akan ada tulisan frase “Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
  2. Memuat tanda tangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan.

Diluar kedua perubahan tersebut, ciri-ciri uang NKRI tidak jauh berbeda dengan uang kita sekarang. Uang NKRI masih akan memuat gambar almarhum/almarhumah pahlawan nasional. Demikian pula, lambang negara Garuda Pancasila, sebutan pecahan dalam angka dan huruf, nomor seri, tahun emisi dan tahun cetak, serta teks “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran yang Sah Dengan Nilai…”.

Bukan Redenominasi Rupiah

Kekhawatiran masyarakat lainnya tentang uang NKRI adalah karena banyak yang menduga kalau uang NKRI adalah Rupiah hasil redenominasi. Bahkan sempat beredar desain uang NKRI dengan nominal Rupiah yang teredenominasi. Padahal kabar itu sama sekali tidak benar. Rencana redenominasi Rupiah masih tersendat karenarencana undang-undangnya belum disahkan di DPR, dan pelaksanaannya sudah pasti tidak bisa dijalankan dalam waktu dekat ini.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas minggu lalu (14/7) juga menegaskan bahwa nilai denominasi uang NKRI akan sama saja dengan uang yang berlaku sekarang. Artinya, tidak akan ada angka nol yang dihapuskan. Uang 1000 sekarang akan menjadi uang NKRI 1000, uang 5000 sekarang akan menjadi uang NKRI 5000, dan seterusnya. Dengan karakter yang tak jauh berbeda dan denominasi yang tidak berubah, maka diharapkan penerbitan dan menyebaran uang baru uang NKRI bisa berjalan lancar.

Nah, apakah artikel ini telah menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda tentang uang NKRI? Kami berharap keingintahuan Anda tentang mata uang baru kita ini terpuaskan. Ingat-ingat dan kabarkan ke keluarga dan teman-teman Anda, sehingga apabila setelah tanggal 17 Agustus 2014 menerima uang yang agak berbeda, belum tentu itu uang palsu, bisa jadi itu uang NKRI. Tenang saja, uang Anda masih akan berlaku untuk digunakan, walaupun uang NKRI dirilis bulan depan. Hanya saja, secara bertahap uang lama tersebut akan ditarik dari peredaran dan diganti dengan uang baru. – Equity world Futures